Wali Kota Bandung Menyerah Atasi PKL

Minggu, 07 Oktober 2012 – 15:40 WIB
BANDUNG - Wali Kota Bandung Dada Rosada mengakui bahwa Pemkot memang tidak mampu mengatasi masalah pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur. Dia mengaku, PKL merupakan masalah besar di Kota Bandung yang masih sulit diselesaikan.

"Ya, itu masalah besar, sedang kita terbatas, tercapainya kerjasama ini cukup meringankan beban pemerintah," ujar Dada usai menghadiri Gema Zikir di Mesjid Raya Provinsi Jabar seperti yang diberitakan Bandung Ekspres, Minggu (7/10).

Dada pun menyampaikan, apa yang dilakukan warga itu menjadi pilot project atau percontohan di Kota Bandung untuk diikuti di titik-titik pertumbuhan PKL lainnya. "Apa yang sudah bagus ya pasti akan diikuti, itu contoh yang bagus. Kita berzikir di sini saja bagus pasti diikuti kan! Begitu juga upaya itu, oleh karenanya kami mengucapkan terima kasih. Kerjaan yang sulit karena kemampuan kami terbatas kini terselesaikan. Tak jauh beda dengan sungai Cikapundung dulu, masih salah dimanfaatkan kini akan menuju  tempat wisata air," paparnya.

Sebelumnya, warga di sekitar pasar Ciroyom gerah karena kondisi pasar yang makin kumuh dan arus lalu lintas selalu macet terutama di jam-jam sekolah. Namun aksi geram mereka tidak ditunjukan dengan kekerasan, malahan enam bulan lebih warga Ciroyom bersama gabungan pedagang kecil Arjuna (GPKA) dan karang taruna, Satpol PP serta Polisi, masuk dalam tim gabungan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mau ditata.

Tim gabungan itu, tahap awal ini berhasil menata 30 dari 130 pedagang Pasar Ciroyom tanpa perlawanan. Bahkan para pedagang dengan sukarela membongkar lapak usahanya sendiri.

"Kegiatan penataan itu untuk mewujudkan aspirasi warga, yang ingin menata pedagang tepatnya di pasar simpang ciroyom untuk dialihkan kedalam dan pedagang sendiri menerima," tegas Kasi Trantib Satpol PP Kelurahan Ciroyom, M Syuhada.

Selama ini kata Syuhada, penataan PKL baik di Ciroyom: Jalan Sudirman dan Rajawali selalu kurang kondusif. "Di pasar Ciroyom (2008, Red) kami laksanakan perda K-3 ada perlawanaan. Kali ini selain menegakkan perda 11 tahun 2011 tentang penatataan dan pembinaan PKL, yang menyebutkan bahwa PKL mitra kerja, juga berkat bantuan warga sehingga penataan kondusif," terangnya lagi. (hen)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rakyat Bengkulu Malu, Besok Demo

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler