Wali Kota Haryadi Suyuti Tak Suka dengan Istilah Derbi Mataram

Jumat, 12 November 2021 – 11:20 WIB
Perwakilan suporter Brajamusti dan Pasoepati setelah mengikuti acara penandatanganan kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Yoyakarta, Rabu (10/11). Foto : Romensy Augustino

jpnn.com, SURAKARTA - Wali Kota Yogyakarta Hariyadi Suyuti keberatan dengan istilah Derbi Mataram. 

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah menandatangani kontrak kerja sama di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta, Rabu (10/11).

BACA JUGA: 2 Alasan yang Bikin Irfan Bachdim Mantap Gabung Persis Solo, Oh Ternyata

Baginya pertandingan yang mempertemukan Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta itu hanya sekadar pertandingan liga saja.

"Sudahlah. Itu jadwal saja. Di tengah lapangan berkompetisi seperti biasa, di luar lapangan ya lebih smooth," katanya.

BACA JUGA: PSIM Hanya Imbang Lawan Persijap, Jarak Poin dengan Persis Makin Jauh

Menurutnya penyematan Derbi Mataram tidak pas. Karena seolah-olah ada pertarungan dalam penyematan itu.

"Mataram itu satu kok. Kalau derbi, mana dengan mana, satu Mataram kok derbi," ujarnya.

BACA JUGA: Teken Kerja Sama Surakarta - Yogyakarta, Gibran: Imbasnya Akan Terasa

Dia sempat berencanan akan menonton langsung Persis Solo versus PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Senin (15/11) malam.

"Jangan diartikan Pak Wali mengajak tidak nonton langsung, tetapi malah nonton di tribune. Ada suatu hal yang lebih bermakna dari sekadar menonton. Ada sebuah misi untuk kebersamaan dari dua kota ini," katanya.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Hariyadi juga mengajak Presiden Brajamusti M Burhanudin atau yang dikenal dengan Burhan Thole dan Sekretaris Jendral Brajamusti.

"Kami diajak dan menjadi saksi, harapannya semua bisa terealisasikan dari sisi pariwisata dan budaya. Kalau untuk yang lainnya mungkin nanti, karena mungkin ada komunikasi-komunikasi lanjutan,"paparnya.

Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong yang turut hadir mengatakan pertemuan dengam Thole adalah yang pertama.

"Kami bicara masalah suporter. Ke depan, kami akan buat agenda agar suporter Solo dan Yogya bisa bersatu,"pungkasnya. (mcr21/jpnn)


Redaktur : Adek
Reporter : Romensy Augustino

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler