Wali Kota Solo Digugat Terkait Realisasi Proyek Pasar Klewer Timur

Selasa, 11 Juni 2019 – 23:59 WIB
Lahan Pasar Klewer timur yang kosong kini jadi tempat mangkal kereta kuda. Foto: Radar Solo

jpnn.com, SURAKARTA - Sekelompok orang yang menyebut diri mereka pembela nasib pedagang Pasar Klewer timur menggugat Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Mereka mempersoalkan rencana pembangunan Pasar Klewer timur yang hingga kini tak segera terealisasi.

Gugatan wanprestasi itu diterima Pengadilan Negeri Surakarta dengan nomor register 146/Pdr.G/2019/PN Skt. Sidang perdana akan dilaksanakan Selasa (2/7/2019).

BACA JUGA: Jokowi Berjaya, Kekuatan PDIP di DPRD Solo Hampir Dua Pertiga

Arif Sahudi selaku kuasa hukum penggugat mengatakan, pihaknya membawa persoalan itu ke meja hijau sebab merasa prihatin karena tidak ada kejelasan terkait proses pembangunan.

Bahkan, sejak bangunan lama dibongkar, lahan Pasar Klewer timur justru terkesan mangkrak. “Jadi kami di sini atas nama kepentingan umum. Sebagai masyarakat mengamati pembangunan Pasar Klewer sisi timur yang tidak segera terealisasi,” ucap dia Selasa (11/6/2019).

BACA JUGA: Wali Kota Solo Heran Posko Pemenangan Prabowo – Sandi Kemalingan

BACA JUGA: Pasar Tradisional di Solo Dikonsep Jadi Destinasi Wisata

Pembongkaran bangunan lama Pasar Klewer timur sudah dilakukan Oktober 2017. Kemudian, kata Arif, proyek pembangunan mulai dikerjakan empat hari setelahnya dan berhenti pada akhir tahun.

BACA JUGA: Ganjar dan Wali Kota Solo Sambangi Istana

Namun, lanjut dia, hingga 2 tahun berjalan, realisasi atas kelanjutan pembangunan pasar tidak ada kejelasan. Bahkan, wali kota menyatakan, pembangunan belum bisa direalisasikan dengan alasan lelang proyek dua kali gagal.

Hingga kini, para pedagang Pasar Klewer timur masih menempati pasar darurat yang dibangun di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta.

”Ini mengakibatkan wali kota menjadi terbebani untuk membayar perpanjangan sewa lahan Alun-Alun Utara senilai Rp 2,5 miliar per tahun. Sehingga sejak dibongkar sampai sekarang berarti pemkot sudah mengeluarkan dana Rp 7,5 miliar. Padahal, dana tersebut tidak sedikit dan bisa dialokasikan untuk infrastruktur lain,” papar Arif.

BACA JUGA: Jokowi: Pasar Klewer Tak Boleh Kalah dengan Mal

Lebih Lanjut Arif menjelaskan, pada awal 2019, wali kota kembali membuat pernyataan jika proyek pembangunan Pasar Klewer timur akan mulai dilelang pada 1 Mei 2019. Sehingga proses pembangunan bisa selesai pada awal Januari 2020. 

“Tetapi apa yang terjadi, lagi-lagi tidak segera membangun Pasar Klewer,” jelas Arif. (rs/atn/per/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalan Sehat Bareng Jokowi Batal, Gantinya Doa untuk Sulteng


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler