Warga Kampung Bayam Dibohongi dan Digusur demi Ambisi Anies

Senin, 17 Januari 2022 – 16:33 WIB
Suasana pencahayaan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (11/12/2021). JIS dirancang dengan tata cahaya sesuai standar FIFA, sehingga selain untuk pertandingan sepak bola juga siap untuk berbagai acara hiburan seperti konser musik, dan pembangunannya sudah mendekati 90 persen yakni 87,85 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut tengah membangun 135 unit hunian untuk warga Kampung Bayam korban penggusuran proyek Jakarta International Stadium (JIS) kebanggaan Gubernur Anies Baswedan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Prasetyo Edi Marsudi justru mengungkap hal yang cukup mengejutkan.

BACA JUGA: Anies Gandeng Nidji ke JIS Jadi Trending Topik, Warganet: Giring Enggak Diajak

Pras mengatakan bahwa rusun itu bukan untuk warga Kampung Bayam korban penggusuran, melainkan ditempati oleh orang yang tidak pernah tinggal di wilayah itu.

“Awalnya konsep Kampung Susun yang jadi andalan Gubernur Anies Baswedan itu untuk warga yang terdampak proyek pembangunan JIS. Namun realisasinya ditempati orang luar,” ucap Pras dalam keterangannya, Senin (17/1).

BACA JUGA: Anies Baswedan Undang Nidji ke JIS, Gerindra: Kalau Giring Tersindir, Ya, Baper

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan pembangunan Kampung Bayam diawali dengan program Community Action Plan (CAP). 

Program ini untuk menyerap aspirasi warga mengenai konsep tempat tinggal yang mereka inginkan sebagai penggati rumah yang telah digusur.

BACA JUGA: Tanpa Giring, Anies Baswedan Gandeng Nidji Uji Coba Sound System JIS

Namun, kini hunian itu justru ditempati oleh para pekerja pendukung JIS.

“Kalau ujung-ujungnya Kampung Susun Bayam untuk para pekerja pendukung JIS buat apa dilakukan CAP. Itu namanya menipu. Membohongi publik. Bilang saja dari awal warga Kampung Bayam digusur,” tuturnya.

Dia pun mendesak agar Anies Baswedan memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Bayam yang tergusur.

“Seringkali program Pemprov sekarang cuma bagus di kata-kata. Tapi kenyataannya buruk,” sindir Pras.

Diketahui, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan, pembangunan hunian ini untuk tempat tinggal bagi warga Kampung Bayam, yang tergusur akibat pembangunan JIS.

"Penataan Kampung Bayam itu sudah dimulai dari bulan Desember 2021 hingga Maret 2022," kata Riza di Balai Kota DKI, Rabu (5/1).

Ariza menyebutkan pembangunan dan penataan Kampung Bayam dilakukan oleh BUMD PT Jakarta Propertindo.

Penataan ini dilakukan agar baik JIS maupun kawasan di sekitarnya bisa menjadi kawasan yang rapi. (mcr4/jpnn)

 

Redaktur : Adil
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler