WARNING! Kapolri Terapkan Body System

Kamis, 30 Juni 2016 – 12:25 WIB
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Indonesia akhirnya mengeluarkan status warning terorism, pasca-serangan teroris di Istanbul, Turki. Dengan begini, unsur keamanan dan pertahanan negara bersiaga menanggulangi adanya serangan teroris.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, dari serangan teroris di Sarinah, pihaknya memberlakukan "body system". Body sistem ialah satu polisi dijaga satu polisi yang memegang senjata.

BACA JUGA: Bom Meledak di Bandara Turki, Polri dan TNI Langsung Bereaksi

"Bahwa penugasan anggota tidak boleh satu orang, harus dua. Jadi satu org yang bertugas harus dijaga satu orang," kata Badrodin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/6).

Atas sistem tersebut, Badrodin berharap petugas bisa terhindar dari serangan teroris. Sebab, teroris umumnya menargetkan petugas dalam setiap serangan.

BACA JUGA: Terkait Teror Bandara Ataturk Turki, Kapolri Terima Kode Warning

Sementara itu, saat ditanya apakah seluruh personel akan diberikan rompi anti peluru dalam bertugas, Badrodin menampiknya. Sebab, rompi anti peluru mengakibatkan personel tidak leluasa dalam melaksanakan tugasnya.

"Tidak ada. Perlengkapan itu kalau dikasih, akan berat dia. Tidak akan bisa tahan lama karena itu ada 7 Kg yang harus dipakai," tandas Badrodin.(Mg4/jpnn)

BACA JUGA: Dari Jasa Makloon, Djong Erni Sukses Dagang Pakaian (1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Vaksin Palsu Beredar, Ini Tantangan Untuk Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler