Waspada Kekeringan dan Karhutla di 11 Wilayah NTT Ini Selama Kemarau

Kamis, 05 Agustus 2021 – 09:20 WIB
Sebanyak 11 daerah di NTT terancam kekeringan. Ilustrasi kekeringan. Foto: Antara/Kornelis Kaha

jpnn.com, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat belasan daerah di Provisi Nusa Tenggara Timur mengalami kondisi hari tanpa hujan lebih dari 61 hari.

"Kondisi HTH (Hari Tanpa Hujan) 11 daerah lebih dari 61 hari ini menunjukkan bahwa daerah-daerah tersebut dalam kategori ekstrem panjang," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmatulloh Adji seperti dikutip dari Antara, Kamis (5/8).

BACA JUGA: Peringatan Dini dari BMKG, Warga Bogor, Depok, dan Tangerang Diminta Waspada

Adji memerinci 11 daerah itu di antaranya Kota Kupang dan 10 kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Lembata, Flores Timur, Sikka, dan Ngada.

"Kondisi HTH ekstrem panjang ini, diperlukan kewaspadaan terkait dengan ancaman bencana kekeringan," ungkapnya.

BACA JUGA: BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir

Adji mengatakan berdasarkan hasil pemantauan awal musim kemarau yang terbaru per 31 Juli 2021 menunjukkan zona musim di NTT sudah berada dalam periode musim kemarau.

Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan bahwa umumnya wilayah NTT mengalami curah hujan sangat rendah atau kurang dari 20 milimeter/dasarian dengan peluang 71-100 persen.

"Oleh karena itu perlu adanya langkah antisipasi dalam menghadapi dampak kekeringan meteorologi seperti mewaspadai munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," bebernya.

Selain itu, lanjut Adji, dia mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan budi daya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air.

"Juga menghemat penggunaan air bersih agar kebutuhan bisa tercukupi selama periode musim kemarau ini," tegas Adji. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
NTT   BMKG   Kekeringan   karhutla  

Terpopuler