Waspada!! Petugas KPK Gadungan Marak di Daerah

Sabtu, 23 Juli 2016 – 08:00 WIB
Barang bukti pelaku pemeras yang mengatasnamakan KPK. Foto Boy/jpnn

jpnn.com - JAKARTA – Pemerasan dan penipuan, yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya terjadi di Jabodetabek. Rupanya, tindak pidana seperti ini lebih banyak terjadi di daerah, terlebih di luar Pulau Jawa.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M Syarif berharap, kerja sama Kepolisian Daerah di seluruh Indonesia bisa menindak tegas pelaku yang suka mencatut nama KPK untuk memeras maupun menipu korban.

BACA JUGA: DPR: Indonesia tak Wajib Patuhi Keputusan Pengadilan Rakyat

Laode menambahkan, kerja sama tak hanya dilakukan dengan Polda Metro Jaya saja. Tetapi, Polda lain dan jajaran juga diharapkan bisa membantu KPK.

“Karena yang jual nama KPK bukan di Jakarta saja tapi di daerah juga,” kata Syarif, Jumat (22/7) malam.

BACA JUGA: Dor! Freddy Budiman Tinggal Tunggu Diterjang Peluru

Dia menilai, maraknya pencatutan nama lembaga KPK di daerah karena jauh dari jangkuan. Karenanya, butuh kerja sama antarlembaga penegak hukum di daerah untuk menangkap petugas KPK gadungan itu.

“Kami harap seandainya ada kejadian, kami mohon bantuan agar bisa ditangani,” harap Laode.

BACA JUGA: Sudah jadi Mayat, Santoso Masih Dijaga Ketat

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Tim Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK telah menangkap petugas KPK gadungan, berinisial HRS, di Depok, Jawa Barat, Kamis (21/7) malam.

HRS memeras korbannya yang tidak lain ialah saksi yang pernah diperiksa KPK. HRS mengaku sebagai Kepala Bagian Analisis KPK dan menjanjikan mengurus kasus korbannya di KPK. Dia meminta imbalan Rp 2,5 miliar kepada korbannya. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prajurit TNI AL Jalin Komunikasi dengan Masyarakat Nelayan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler