Waspada! Tol Brebes-Pemalang Rawan Kecelakaan

Senin, 19 Juni 2017 – 04:51 WIB
Tol Pejagan-Pemalang di wilayah Tegal, Jawa Tengah. Foto: radartegal.com

jpnn.com, JAKARTA - Jumlah pemudik tahun ini diperkirakkan meningkat hampir lima persen yakni mencapai 19 juta orang bila dibandingkan dengan mudik lebaran tahun lalu.

Anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi menjelaskan bahwa terkait dengan potensi permasalahan yang harus menjadi perhatian khusus adalah di ruas jalan tol Batang hingga Grinsing yang belum cukup sempurna untuk dilalui.

BACA JUGA: Mau Melintasi Tol Pejagan-Pemalang? Berikut Ini Titik Pintu Keluarnya

”Serta ruas tol Grinsing Semarang belum bisa dimanfaatkan, sehingga potensi penumpukan kepadatan ada di titik ini di mana jalur utama Pantura dan tol Fungsional bertemu,” kata Nurhasan Zaidi kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Minggu (18/6).

Dari pantauan di lapangan, ucap Nurhasan, ruas tol fungsional antara Brexit (Brebes Timur Exit) hingga Pemalang memang sudah dapat difungsikan.

BACA JUGA: Tol Pejagan-Pemalang Difungsikan, Begini Kondisinya di Hari Pertama

Namun secara konstruksi dan kelayakan banyak sekali catatan yang bisa menyebabkan tingkat kerawanan kecelakaan sangat tinggi.

”Mulai dari kondisi jalan yang masih berupa coran dasar (LC) yang masih terlihat rapuh untuk frekuensi kendaraan yang melimpah, rambu-rambu yang belum memadai, tidak adanya penerangan jalan, kondisi jalan yang curam dan berundak-undak serta rest area yang belum cukup representatif. Semua hal tersebut berpotensi menjadi penyebab kecelakaan,” terangnya.

BACA JUGA: Awas, Kecepatan Maksimal di Tol Pejagan-Pemalang Hanya 40 Km/Jam

Namun, Nurhasan cukup memahami bahwa penggunaan jalur tersebut adalah salah satu solusi sementara dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan kemacetan arus mudik lebaran tahun ini.

”Tapi dengan catatan segala hal untuk meminimalisir potensi kecelakaan tersebut dan permasalahan yang lebih besar harus di persiapkan dengan matang,” ucap politisi PKS ini.

Anggota dewan asal Dapil IX Jawa Barat ini ini pun menjelaskan tujuan dari peninjauan Komisi V DPR RI bersama Kemenhub, Kemen PUPR, Korlantas, Basarnas, Jasamarga dan lembaga terkait lainnya ke sejumlah wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah khususnya jalur mudik tol

”Kita ingin memastikan secara detail kesiapan semuanya, harapan kita jangan sampai kejadian seperti insiden Brexit tahun lalu terulang kembali. Untuk itu segala rencana dan konsignasi harus di tinjau secara detail termasuk simulasi penanganan kondisi daruratnya bila itu terjadi,” terangnya.

Sementara, anggota Komisi V DPR RI lainnya, Nizar Zahro juga meminta mobilitas yang sangat besar ini diimbangi pengaturan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Hal ini agar mudik lebaran kali ini berlangsung lancar dan meminimalisasi adanya korban.

”Tentu meminimalisir adanya korban. Belajar dari mudik tahun lalu, setidaknya ada korban 12 pemudik meninggal karena terjebak dalam kemacetan parah di Tol Brexit,” ujar Nizar. (dil)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingat, Tol Brexit Diprediksi Masih Jadi Titik Macet


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler