Wonderful Indonesia Jaring Wisman MICE via APTFF di Jogja

Rabu, 06 September 2017 – 12:05 WIB
Pembukaan Asia-Pacific Trade Facilitation Forum (APTFF). Foto: Kemenpar

jpnn.com, JOGJA - Wonderful Indonesia kembali menjaring banyak wisman via wisata meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di Jogjakarta.

Setelah TEFL Asia Pasific, Asian Youth Day dan International Congress of Tropical Pediatrics, sekarang giliran Asia-Pacific Trade Facilitation Forum (APTFF) yang dibidik Kementrian Pariwisata (Kemenpar). 

BACA JUGA: Slank Bakal Hebohkan Crossborder Indonesia-Timor Leste

Bidikan ini bukan tanpa sebab. Event yang digelar 5 - 8 September itu dihadiri lebih dari 250 delegasi dari 30 negara. Semuanya hadir untuk membahas tema Trade Facilitation Innovations for Sustainable Development in Asia and the Pacific.

Dampak ekonominya diyakini bakal sangat besar. Maklum, MICE merupakan salah satu sektor industri pariwisata yang paling menjanjikan dalam menjaring wisatawan mancanegara (wisman). Lama tinggal dan besaran pengeluaran tiap peserta sangat tinggi.

BACA JUGA: Kemenpar Ajak #VoteVideoIndonesia di Final Kompetisi Violin

Berdasarkan data International Congress & Convention Association (ICCA), rata-rata tinggal wisman MICE di Indonesia lima malam dengan pengeluaran lebih dari USD 200 per orang per hari. Angka pengeluarannya tujuh kali lipat dari wisatawan biasa. 

Kelebihan lainnya, wisatawan MICE umumnya adalah  opinion leader dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintahan, yang melakukan kegiatan pada low-season.

BACA JUGA: Pesona Lumba-Lumba Hidung Botol dalam Festival Lovina 2017

Besarnya potensi tersebut membuat Kementerian Pariwisata secara aktif mendukung Asia-Pacific Trade Facilitation Forum (APTFF) kedelapan di Yogyakarta.

Meski pokok bahasannya nonpariwisata, potensi wisata Yogyakarta seperti heritage, bahari, kuliner, belanja dan alam, bisa ikut disisipkan di tengah acara.  "Yang hadir adalah pakar ekonomi dan perdagangan dari berbagai belahan dunia. Terutama di kawasan Asia Pasifik. Dari situ mereka akan di drive untuk leisure dan merasakan keindahan Wonderful Indonesia di Yogyakarta, " ujar Esthy Reko Astuti.

Soal ini, Yogyakarta memang jagonya. Heritage-nya sudah kelas dunia. Satunya Prambanan, candi Hindu terbesar di dunia. Satunya lagi Borobudur, candi Budha terbesar di dunia.

Dua-duanya pernah dikunjungi figur-figur dunia. Salah satunya, mantan orang terkuat dunia, Barack Obama. Kuliner, culture dan keramahtamahan penduduknya bahkan tak kalah dari Bali.

Esthy mengatakan, konferensi ini juga makin menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata MICE. Indonesia memiliki berbagai infrastruktur yang lengkap dan mumpuni sebagai lokasi penyelenggaraan MICE kelas dunia. Bahkan tidak hanya di Bali, tapi juga ke berbagai daerah lainnya di Indonesia. Yogyakarta adalah salah satunya.

"Kami memang fokus pada wisata MICE. Kota-kota yang memiliki objek wisata, juga memiliki fasilitas convention hall, lengkap amenitasnya, dan mempromosikan MICE-nya," jelas Esthy yang juga diamini Eddy.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Eddy Susilo mengatakan, penyelenggaraan MICE cenderung memilih lokasi yang tidak jauh dari objek wisata.

Yogyakarta adalah daerah yang tepat. Karena biasanya peserta konferensi tidak hadir seorang diri. Tetapi ada juga yang turut serta mengajak keluarga.

"Ilustrasinya seperti ini. Bapaknya conference, anak istrinya jalan-jalan keliling kota. Setelah mereka rapat dan menggelar pertemuan besar, mereka akan berwisata dan belanja. Saya sangat setuju strategi mengembangkan wisata MICE, ini sangat berpotensi," tambah Eddy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut merespons hal ini. Kota Gudeg Yogyakarta itu, menurutnya,  identik dengan kota budaya dan kota pariwisata. Mulai soal kuliner, peninggalan purbakala, heritage keraton, arsitektural gedung-gedung peninggalan Belanda, sampai seni tradisi pun hidup dan berkembang di sana, sayang bila terlewati.

"Ya, Yogyakarta itu seperti 'Bali'-nya Pulau Jawa. Sangat indah untuk dinikmati. Silakan explore habis kota Yogyakarta seperti jalan-jalan ke Malioboro, Monumen Yogya Kembali, membatik, seni kerajinan, Borobudur, Prambanan, dan juga menikmati sensasi kulinernya,” ujar menteri asli Banyuwangi itu. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kembali Digelar, Green Hotel Award Perkuat Konsep Pariwisata


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler