Wow, Tesla dan Microstrategy Untung Triliunan Rupiah Karena Menyimpan Bitcoin

Selasa, 23 Februari 2021 – 15:06 WIB
Ilustrasi bitcoin. Foto: Philippe Lopez/AFP

jpnn.com, JAKARTA - Tesla Inc. dan Microstrategy Inc mendapatkan keuntungan seiring meningkatnya harga Bitcoin dengan signifikan.

Bahkan, dua orang saudara kembar di Amerika Serikat juga menjadi miliarder setelah menyimpan Bitcoin semenjak 2012. Per hari ini, harga Bitcoin sudah mencapai Rp851 juta.

BACA JUGA: Jelang HUT ke-7, Indodax Gelar Trading Contest Bitcoin, Hadiah Utamanya Mobil

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan kedua perusahaan itu sudah membeli Bitcoin semenjak beberapa waktu yang lalu.

Tesla sudah membeli Bitcoin seharga USD1,5 miliar atau sekitar Rp21 triliun. Diperkirakan, total keuntungan Tesla sampai saat ini, mencapai USD600 juta atau Rp8,4 triliun.

BACA JUGA: Sule: Enggak Terbayang Seorang Ariel NOAH yang Ganteng Menyiksa Temannya

“Tesla membeli Bitcoin dengan jumlah yang banyak dan saat harga belum semahal sekarang. Kemudian, hanya hitungan minggu saja, Bitcoin naik drastis. Tentunya, perusahaan tersebut mengalami keuntungan yang fantastis seiring meningkatnya harga Bitcoin,” ujar Oscar, Selasa (22/2).

Diketahui, Tesla membeli Bitcoin sebanyak 43.000 BTC (satuan Bitcoin) pada beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Kasus BPJS Ketenagakerjaan Disamakan dengan Jiwasraya & Asabri, Pakar Ekonomi Bilang Begini

Saat itu, harga Bitcoin sekitar USD35.000 atau sekitar Rp490 juta. Sekarang, Bitcoin sudah mencapai Rp851 juta atau sekitar USD58.000.

“Total aset Tesla awalnya USD1,5 miliar. Saat ini, diperkirakan sudah tumbuh melebihi USD2,2 miliar. Artinya, diperkirakan, aset Tesla tumbuh sekitar 45 persen setelah menyimpan dan membeli Bitcoin,” ungkapnya. 

Oscar juga membeberkan keuntungan yang didapat oleh Microstrategy Inc yang lebih fantastis lagi, karena perusahaan ini sudah berinvestasi Bitcoin semenjak 2020.

Microstrategy Inc membeli Bitcoin di harga yang jauh lebih murah  dari pada Tesla Inc. Di mana Microstrategy Inc sudah memiliki 72.000 BTC atau senilai sekitar Rp57 triliun.

Perusahaan tersebut membeli Bitcoin secara bertahap dimulai pada Agustus 2020 lalu. Saat itu, pembelian perdana Microstrategy Inc hanya 21.454 BTC.

“Dari catatan NASDAQ, diperkirakan, lonjakan kenaikan saham Microstrategy Inc mencapai 600% dari Agustus 2020- Februari 2021. Artinya, semenjak mereka membeli Bitcoin, valuasi asetnya meningkat drastis. INI bisa dilihat dari pergerakan harga sahamnya di NASDAQ,” ungkapnya.

Awalnya, pada Agustus saham Microstrategy di NASDAQ hanya USD141. Per hari ini, (22 Februari 2021),  sudah mencapai USD927.

Bahkan, Microstrategy Inc masih ingin menambah Bitcoin. Terakhir, Microstrategy Inc mengumumkan ingin membeli Bitcoin lagi senilai USD600 juta atau sekitar Rp8,4 triliun.

Sementara itu, masih ada perusahaan lainnya yang juga mendapatkan keuntungan fantastis setelah membeli Bitcoin dengan jumlah besar, seiring meningkatnya harga Bitcoin.

Mereka di antaranya adalah Square Inc, Tudor Investment Corp dan lain-lain.

“Harga Bitcoin 2012 hanya sekitar USD13 saja. Sekarang, sudah USD58.000 USD. Artinya, perkiraan peningkatan kekayaannya mencapai sekitar 400 ribu persen. Sebuah peningkatan yang sangat fantastis. Mereka bisa menjadi multi tiliuner hanya dengan menyimpan Bitcoin,” seru Oscar.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Girls, ini 5 Rekomendasi Pakaian Rumah Agar Tetap Modis Selama WFH


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
bitcoin   Tesla   Indodax   investasi  

Terpopuler