Xanana Gusmao dan Kirsty Sword Berpisah setelah 15 Tahun Menikah

Minggu, 22 Maret 2015 – 07:07 WIB
Xanana Gusmao dan Kirsty Sword bersama putra pertama mereka, Alexander pada tahun 2002. Foto: Craig Abraham

jpnn.com - MELBOURNE - Mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao mengaku telah berpisah dengan istrinya, Kirsty Sword setelah 15 tahun berumah tangga. Keduanya memutuskan mengakhiri ikatan pernikahan yang diikrarkan pada tahun 2000.

“Kami ingin memberi tahu teman-teman, kolega dan pendukung kami yang luar biasan tentang keputusan kami berpisah sebagai pasangan,” kata Xanana di Melbourne, Sabtu (21/3). “Layaknya pasangan lainnya yang memutuskan melakukan ini, ini tidaklah mudah,” kata yang pada Februari lalu telah memutuskan lengser dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Timor Leste atau dua lebih cepat dari periode normal.

BACA JUGA: Suami Ditinggal Istri Sebentar Malah Nakal ke Wanita Lain, Ini Akibatnya

Kirsty kini berada di Melbourne, tempatnya tinggal bersama dengan ketiga anak hasil perkawinanya dengan Xanana. Sejak 2012 lalu, Kirsty untuk sementara pindah ke kawasan Rosebud di pinggiran Melbourne untuk menjalani pengobatan akibat kanker payudara.

Xanana menuturkan, Kirsty tetap bakal sering ke Timor Leste tempat putra-putranya lahir dan tumbuh. Mantan komandan gerilyawan itu mengaku akan secara rutin berkunjung ke Melbourne tempat putranya tinggal.

BACA JUGA: Ya Tuhan, Anak Coba Bunuh Ibu Sendiri Demi iPhone..Dua Kali!

Meski demikian Xanana mengaku tak menyesal pernah hidup bersama Kisrty hingga dikaruniai tiga putra. “Tentunya kami menghadapi masa depan dengan kesedihan, tapi tidak pernah ada penyesalan pada kebersamaan dan perjalanan kami yang unik dan kaya pengalaman,” kata Xanana.

Selain itu Xanana yang tetap menjabat sebagai menteri perencanaan dan strategi pembangunan, akan terus bekerja sama dengan Kirsty untuk kepentingan Timor Leste.  “Dengan tiga putra tercinta yang memiliki dua kewarganegaraan dan ragam bahasa, kami tetap berkomitmen sebagai orang tua dan menjaga kebersamaaan keluarga untuk membesarkan anak-anak kami untuk menjadikan Timor Leste tempat yang lebih baik bagi mereka dan seluruh anak-anak Timor Leste,” kata Xanana.

BACA JUGA: Wow...Begitu Koper Dibuka, Ternyata Isinya Perempuan Muda

Kirsty bertemu Xanana pertama kali pada 1994. Kala itu, Xanana menjadi narapidana di LP Cipinang, sedangkan Kirsty menjadi agen intelijen Australia yang menyamar dengan menggunakan nama samaran Ruby Blade saat bertemu dengan Xanana di LP Cipinang pada tahun 1994. “Aku menyalami Xanana dan aku harus pura-pura tak terterarik padanya,” kenangnya dalam sebuah wawancara pada tahun 2002.

Kirsty dikenal mampu berbahasa Indonesia. Selepas menyelesaikan pendidikannya di Melbourne University, ia lantas bekerja sebagai guru dan aktivis hak asasi manusia di Jakarta, hingga kemudian mengantarkannya bertemu Xanana.

Kala itu Xanana dipenjara dengan tuduhan makar. Ia baru dibebaskan pada 1999 setelah hasil referendum di Timor Timur dimenangi kelompok pro-kemerdekaan.

Sejumlah orang terkejut ketika Kirsty kemudian menjadi sekretaris Xanana dan jatuh cinta pada mantan pemimpin gerilyawan yang kharismatik itu. Keduanya yang berselisih umur 20 tahun, menikah pada tahun 2000 dan dikarunai putra pertama bernama Alexander.

Kirsty lantas mengadopsi Timor Leste sebagai negerinya dan mengundang kekaguman di antara warga setempat karena komitmennya menjadi ibu negara bagi negeri termuda yang tengah berjuang pulih dari reruntuhan dan tumpahan darah akibat kekerasan pasca-referendum. Pada 2001, Kirsty mendirikan Yayasan ALOLA yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak-anak di salah satu negeri termiskin di dunia itu.(theage/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duarrrr....Bom ISIS Tewaskan Ratusan Jemaah di Masjid


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler