Yanto Diterkam Buaya saat Mencuci Kerang, Jasadnya Belum Ditemukan

Rabu, 10 Juni 2020 – 19:19 WIB
Tim SAR gabungan, Polairud Polda Sumsel, Lanal Palembang, Basarnas Palembang dan keluarga korban tengah melakukan pencaharian. Foto: Polairud Polda Sumsel via Bubun/sumeks.co

jpnn.com, BANYUASIN - Seorang nelayan bernama Yanto, 30, warga Jembatan III, Kecamatan Tanjung Lago, diterkam buaya di perairan Pulau Tikus, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Peristiwa itu terjadi Senin (8/6) saat korban saat mencuci kerang. Jasadnya hingga kini belum juga ditemukan.

BACA JUGA: Pak Jasmi Diterkam Buaya, Diseret ke dalam Sungai

Dari informasi yang dihimpun SUMEKS.CO, korban bersama rekannya Muhammad Hatta, Roni, Karno dan M. Dimas bertolak dari perairan desa Sukatani kecamatan Tanjung Lago, kabupaten Banyuasin dengan tujuan Muara Sungai Banyuasin untuk mencari lokan atau sejenis kerang.

Mereka menggunakan kapal motor sungai untuk mencari ikan dan mereka menginap di laut sampai hasil tangkapan banyak.

BACA JUGA: Pelaku Penembakan Ini Akhirnya Ditangkap setelah 23 Bulan Buron, nih Tampangnya

Namun, Senin (8/6) sekitar pukul 17.00 WIB, Yanto dan rekannya Karno saat mencuci Lokan (kerang) di samping kapal motor sungai, tepatnya di perairan pinggiran Pulau Alangan Tikus Muara Sungai Banyuasin tiba-tiba diserang buaya sepanjang 5 meter.

Karno rekan korban tidak dapat berbuat banyak dan langsung memberitahukan kejadian itu kepada rekannya yang lain.

BACA JUGA: Wanita Oknum ASN Benar-benar Bikin Malu, Rekaman Videonya Viral di Media Sosial

Saat ini, petugas dari Tim SAR gabungan, Polairud Polda Sumsel, Lanal Palembang, Basarnas Palembang dan keluarga korban tengah melakukan pencarian.

BACA JUGA: Oknum Debt Collector Mengaku Polisi, Tetapi Salah Sebut Pangkat, Ya Begini Jadinya

“Ya, benar satu warga Tanjung Lago diterkam buaya di lokasi itu, sudah dua hari ini pihak kepolisian dan tim gabungan tengah mencari korban”, kata Camat Banyuasin II, Salinan ketika dihubungi SUMEKS.CO hari ini, Rabu (10/6/2020). (ktr-1)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler