Yuk ke Purwakarta, Berbahagia di Air Menari Sri Baduga

Senin, 20 Februari 2017 – 11:39 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - jpnn.com - Warga Purwakarta di Jawa Barat punya kebanggan baru. Ada Taman Air Mancur Menari Sri Baduga di pusat Kota Purwakarta.

Taman Air Mancur Menari Sri Baduga yang proses pembangunannya dalam tiga tahap itu diresmikan Sabtu (18/2) oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat menyampaikan kata sambutan pada acara itu membeber filosofi Taman Air Mancur Sri Baduga.

BACA JUGA: Purwakarta Habiskan Rp 1,8 M untuk Lampu Jalan

Selama delapan menit, Kang Dedi -panggilan akrabnya- di hadapan sekitar 5000 pasang mata mengupas kedalaman makna taman yang menjadi destinasi wisata kelas dunia itu. Bupati kelahiran Sukasari, Subang, 11 April 1971 itu secara itu runtut menyampaikan filosofi taman air mancur terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Tidak mungkin ada pariwisata, jika tidak berangkat dan berakar dari budaya. Saya orang Sunda, karena itu, saya berangkat dari Budaya Sunda!” kata Dedi yang dalam kesempatan itu mengenakan baju baju pangsi dan sarung khas Sunda plus udeng warna putih yang menutupi kepalanya.

Kang Dedi pun bercerita tentang asal muasal nama Taman Sri Baduga yang sedang nge-hits di media sosial itu. Dia menyebut Sri Baduga Maharaja adalah nama lain dari Prabu Siliwangi atau Ratu Jayadewata, putra Prabu Dewa Niskala, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.

Para audiensi pun baru ngeh mengapa ada empat patung singa mengaum mengelilingi Sri Baduga di tengah Situ Buleud itu. Sejak abad 15, kata Kang Dedi, Prabu Siliwangi sudah mengajarkan hidup alam bingkai toleransi, kebersamaan, keberagaman, sama derajad di hadapan Tuhan.

Karena itu, dia menyebut orang Sunda sangat toleran. “Kalau tidak bisa hidup bertoleransi, berarti bukan pewaris tahta budaya Sunda,” jelasnya.

Apa kaitan toleransi dengan air menari? Kang Dedi yang sudah dua kali menjabat bupati Purwakarta itu pun memperdalam ceritanya. Menurutnya, toleransi justru berangkat dari kisah air.

“Air itu fleksibel, bisa berubah bentuk sesuai tempatnya. Air itu menentramkan, menyejukkan, mendamaikan. Tetapi jangan coba-coba mempermainkan air, bisa dahsyat daya rusaknya!” kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 – 2020 ini.

Maka, lanjut Dedi, prinsip kedua adalah pengelolaan air. Air dari gunung turun berkelok-kelok melalui sungai, menuju danau di Jatiluhur, Jatigede, Cirata dan lainnya. Air itu menghidupkan ribuan hektare lahan pertanian di belahan utara.

“Air di Situ Buleud ini adalah air kebanggaan warga Purwakarta, yang melingkar di dalam kota dan menjadi spirit warga. Kalau dibangun taman, itu sudah biasa. Kalau dibuat taman air, itu juga sudah biasa,” ceritanya.

“Akan luar biasa, jika dibuat air mancur. Kalau di Jakarta ada air mancur Bundaran HI, di pusat kota, pertemuan Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin, maka di Purwakarta ada Air Mancur Sri Baduga yang menjadi kebanggaan masyarakat Purwakarta,” tutur Dedi.

Warga pantas bangga karena si perancang air mancur menari dengan kombinasi warna-warni lighting itu adalah anak lulusan sekolah teknologi menengah (STM) bernama Hery.

Show waterfountain itu, lanjut Dedi Mulyadi, tidak dipungut biaya alias gratis. Show dilakukan setiap hari Sabtu malam atau Malam Minggu.

Mengapa tidak dipungut biaya? “Ada seribu pedagang dan UMKM di Kota Purwakarta ini. Kalau akibat keramaian di Taman Sri Baduga ini mereka memperoleh omzet penjualan Rp 2 juta setiap ada show, maka sudah ada Rp 2 miliar uang yang beredar di Purwakarta. Negara hadir untuk mendorong ekonomi dan menggerakkan masyarakatnya bertumbuh dan berkembang. Bukan hanya mengejar setoran retribusi saja, karena pajak itu sudah pasti akan dibayarkan oleh masyarakat yang semakin sadar,” tuturnya.

Dia membayangkan, kalau di antara yang hadir itu setiap malam Minggu dengan tiga kali show dan setiap show ada 5.000 pengunjung, maka uang yang berputar pun lebih banyak. Itulah keinginan Kang Dedi tentang pariwisata yang sering disebut memberi efek domino ekonomi.

“Karena itu, salah satu menteri yang paling banyak pahalanya adalah menteri pariwisata karena selalu memberi kesempatan orang untuk bahagia. Mari berbahagia, berawal dari Purwakarta, kita bangun Indonesia yang penuh dengan rasa bahagia!” ajak Dedi Mulyadi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Tahap III Taman Sri Baduga pun tersenyum mendapatkan pujian maut. “Datanglah ke Purwakarta, menginap di Purwakarta, belanjakan uang anda di Purwakarta,” pungkas Dedi Mulyadi.

Hampir seluruh audience terkesima dengan permainan air menari yang diresmikan itu. Saat Menpar Arief Yahya dan Bupati Dedi Mulyadi menekan tombol sirine tanda pembukaan Taman Sri Baduga itu, soundtrack Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia pun mengiringi tarian air meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan, ke atas tinggi dan sedang, dihiasi pencahayaan dan laser.(indopos/jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler