Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP-RTMM) Jawa Timur turut merayakan Hari Buruh, Jumat, (1/5). Ribuan serikat pekerja kompak meminta perlindungan Pemerintah dari berbagai wacana kebijakan yang mengancam keberlangsungan sumber mata pencaharian buruh, seperti pembatasan kadar nikotin dan tar yang tidak mempertimbangkan aspek keberlangsungan tenaga kerja, penyeragaman kemasan rokok, serta pembatasan penggunaan kandungan tambahan yang diatur dalam berbagai aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024.
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP-RTMM) Jawa Timur turut merayakan Hari Buruh, Jumat, (1/5). Ribuan serikat pekerja kompak meminta perlindungan Pemerintah dari berbagai wacana kebijakan yang mengancam keberlangsungan sumber mata pencaharian buruh, seperti pembatasan kadar nikotin dan tar yang tidak mempertimbangkan aspek keberlangsungan tenaga kerja, penyeragaman kemasan rokok, serta pembatasan penggunaan kandungan tambahan.
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP-RTMM) Jawa Timur turut merayakan Hari Buruh, Jumat, (1/5). Ribuan serikat pekerja kompak meminta perlindungan Pemerintah dari berbagai wacana kebijakan yang mengancam keberlangsungan sumber mata pencaharian buruh, seperti pembatasan kadar nikotin dan tar yang tidak mempertimbangkan aspek keberlangsungan tenaga kerja, penyeragaman kemasan rokok, serta pembatasan penggunaan kandungan tambahan yang diatur dalam berbagai aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024.
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP-RTMM) Jawa Timur turut merayakan Hari Buruh, Jumat, (1/5). Ribuan serikat pekerja kompak meminta perlindungan Pemerintah dari berbagai wacana kebijakan yang mengancam keberlangsungan sumber mata pencaharian buruh, seperti pembatasan kadar nikotin dan tar yang tidak mempertimbangkan aspek keberlangsungan tenaga kerja, penyeragaman kemasan rokok, serta pembatasan penggunaan kandungan tambahan yang diatur dalam berbagai aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024.
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP-RTMM) Jawa Timur turut merayakan Hari Buruh, Jumat, (1/5). Ribuan serikat pekerja kompak meminta perlindungan Pemerintah dari berbagai wacana kebijakan yang mengancam keberlangsungan sumber mata pencaharian buruh, seperti pembatasan kadar nikotin dan tar yang tidak mempertimbangkan aspek keberlangsungan tenaga kerja, penyeragaman kemasan rokok, serta pembatasan penggunaan kandungan tambahan yang diatur dalam berbagai aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024.