Direktur PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) Leader Dermawan Soli Daeli saat pemaparan kinerja 2026, Jakarta, Jumat (9/1). Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179% dibanding RKAB 2025, dengan kontribusi dari masing-masing IUP-OP sebagai berikut, PT Arthaco Prima Energy (APE): 3,00 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC): 3,75 juta MT.
Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) Suryo Eko Hadianto saat pemaparan kinerja 2026, Jakarta, Jumat (9/1). Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179% dibanding RKAB 2025, dengan kontribusi dari masing-masing IUP-OP sebagai berikut, PT Arthaco Prima Energy (APE): 3,00 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC): 3,75 juta MT.
Kiri: Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. Suryo Eko Hadianto, Deputy Chief Operation Officer Tji Jang dan Wakil Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. A. Wishnu Handoyono saat pemaparan kinerja 2026, Jakarta, Jumat (9/1). Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179% dibanding RKAB 2025, dengan kontribusi dari masing-masing IUP-OP sebagai berikut, PT Arthaco Prima Energy (APE): 3,00 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC): 3,75 juta MT.
Kiri: Direktur PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) Leader Dermawan Soli Daeli, Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. Suryo Eko Hadianto, Deputy Chief Operation Officer Tji Jang dan Wakil Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. A. Wishnu Handoyono saat pemaparan kinerja 2026, Jakarta, Jumat (9/1). Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179% dibanding RKAB 2025.
Kiri: Direktur PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) Leader Dermawan Soli Daeli, Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. Suryo Eko Hadianto, Deputy Chief Operation Officer Tji Jang dan Wakil Direktur Utama PT MNC Energy Investments Tbk. A. Wishnu Handoyono saat pemaparan kinerja 2026, Jakarta, Jumat (9/1). Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179% dibanding RKAB 2025, dengan kontribusi dari masing-masing IUP-OP sebagai berikut, PT Arthaco Prima Energy (APE): 3,00 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC): 3,75 juta MT.