Kiri: Rektor Universitas Muhamadiyah Ponorogo, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pangan, Kus Prisetiahadi, S.Pi, M.Sc.PhD, Kepala Desa Ronosentanan,Agung Priyanto, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hj. Lisdyarita, Plt. Bupati Ponorogo, dan Aditia Rusmawan, Agriculture Affairs and Licence Operation Lead Bayer Crop Science Indonesia, mengikuti panen raya jagung di lahan demonstrasi benih jagung hibrida Dekalb DK19C sebagai bagian dari kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk meningkatkan produktivitas jagung dan mendukung ketahanan pangan nasional di Ponorogo, Jawa Timur (5/7).
Petani melakukan pengamatan pada lahan demoplot benih jagung hibrida Dekalb DK19C di Ponorogo, Jawa Timur. Melalui inovasi benih jagung dan pendampingan budidaya dari Bayer.
Kiri: Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pangan, Kus Prisetiahadi, S.Pi, M.Sc.PhD; Kepala Desa Ronosentanan, Agung Priyanto; Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq; Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita; dan Aditia Rusmawan, Agriculture Affairs and Licence to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, mengikuti panen raya jagung di lahan demo benih jagung hibrida Dekalb DK19C sebagai bagian dari kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk meningkatkan produktivitas jagung dan mendukung ketahanan pangan nasional di Ponorogo, Jawa Timur (5/7).
Tinjauan lahan demoplot benih di Ponorogo, Jawa Timur. Inovasi benih jagung hibrida Dekalb DK19C dari Bayer dapat mencapai potensi hasil 10 – 12 ton per hektare.