Petani menyimak paparan edukasi dari agronomis Bayer mengenai teknologi insektisida generasi terbaru Bayer: Camalus di Desa Mardinding, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (6/7). Camalus memiliki spektrum pengendalian hama yang unik dengan menghadirkan mekanisme kerja ganda (dual mode of action) untuk mengendalikan hama pengunyah dan pengisap secara efektif bersamaan.
Lahan demplot tanaman tomat dan cabai yang menjadi lokasi pengaplikasian insektisida generasi baru Camalus dari Bayer di Desa Mardinding, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (6/7). Secara nasional, Sumatra Utara merupakan penghasil terbesar ketiga untuk cabai besar (12,53 persen) dan terbesar kedua untuk tomat (19,10 persen) pada 2025.
Tim agronomis Bayer Indonesia memberikan edukasi kepada petani mengenai hama hama pemakan daun (chewing) dan penusuk-pengisap (sucking) (hama ulat, pengorok daun, kutu kebul, kutu daun, thrips)yang kerap menyerang tanaman hortikultura pada peluncuran Bayer Camalus, di Desa Mardinding, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (6/7). Bayer Camalus hadir sebagai insektisida generasi baru dengan mekanisme kerja ganda yang teruji mampu menyelamatkan hasil panen dari serangan hama.
Para petani melihat langsung lahan demplot holtikultura yang telah mendapatkan perlindungan dual mode of action Camalus dari Bayer di Desa Mardinding, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (6/7). Camalus berbahan aktif Tetraniliprole dan Spirotetramat dalam satu formulasi, insektisida inovatif ini mampu bergerak dua arah di dalam jaringan tanaman (akropetal dan basipetal) sehingga memberikan perlindungan menyeluruh - baik di dalam dan luar daun, maupun batang dan buah, termasuk tunas baru.