6 Fakta Kapolri Jenderal Suyudi, Ternyata Suka Jojorong
jpnn.com - BELUM sampai 24 jam menjadi Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto sudah memutasi 88 perwira tinggi dan menengah.
Itu ulasan kolumnis Dahlan Iskan di Disway Jumling Suyudi. "Rasanya belum pernah ada petir yang sekilat ini sebelumnya," tutur Dahlan.
Pada hal-hal tertentu, proses yang kilat memang ada baiknya: tidak sempat ''masuk angin''.
Tidak pernah ada akselerasi proses sekilat itu. Seolah semuanya dipersiapkan secara rahasia: mulai dari pengiriman surat presiden berisi calon tunggal kapolri ke DPR, undangan pimpinan DPR ke anggota Komisi III, proses sidang fit and proper test calon kapolri di Komisi III, kesimpulan hasil tes, pengiriman hasil tes DPR ke Presiden, terbitnya putusan Presiden, sampai pelantikannya.
Pun apa yang dilakukan Suyudi tidak kalah kilatnya.
Satu-satunya berita di luar kedinasan setelah pelantikannya hanyalah: Jenderal Suyudi sungkem ke ibunya. Tidak ada berita pesta kegembiraan karena menjadi Kapolri.
"Rupanya setelah sungkem ke ibunya itu Suyudi langsung ''mengarantina diri'' mengutak-atik penggantian 88 pejabat teras di Mabes Polri, siapa diberhentikan, siapa diganti, siapa mengganti, siapa digeser, siapa yang menggeser. Begitu cepatnya," tutur Dahlan.
Jenderal Suyudi tampak ingin segera melaksanakan apa yang sudah lama ia inginkan secepatnya lewat tim baru yang kompak dan tegak lurus.
JPNN.com