Abu Putih
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Saya ini kuper banget: baru tahu ada Universitas Republik Indonesia (URI) ketika memutar ulang acara pelantikan kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Di situ Presiden Prabowo Subianto tidak hanya melantik Sudaryono sebagai kepala BGN, tetapi juga melantik Gubernur Universitas Republik Indonesia dan wakilnya.
Kok, saya tidak pernah mendengar rencana URI sebelumnya. Kuper banget.
Ternyata tidak hanya saya yang terkaget-kaget. Begitu banyak yang belum tahu, termasuk kalangan DPR dan intelektual kampus. Rupanya berdirinya URI tidak diwacanakan secara luas. Tiba-tiba saja jadi.
Rupanya terjawab sudah: mengapa Presiden Prabowo beberapa kali ke Prancis. Presiden sendirilah yang punya gagasan mendirikan URI --yang dibuat seperti ENA: Ecole Nationale d'Administration. Yakni universitas 'pejabat tinggi' di Paris.
Di medsos banyak disuarakan: apakah URI nanti akan bersaing dengan UI, UGM, Unair dan sebangsanya. Bahkan ada yang bertanya: ide apa lagi ini? Dari mana anggarannya. Kan, belum pernah dibahas di DPR.
Kalau wujudnya akan seperti ENA maka tidak akan bersaing dengan universitas negeri yang sudah ada. Di ENA mahasiswanya bukan lulusan SMA. Tidak bergelar. Lama pendidikannya hanya dua tahun.
Itu semacam S-2 khusus untuk calon pejabat tinggi pemerintah. Tidak harus semua pejabat tinggi lulusan ENA, tetapi daya saing alumnus ENA lebih tinggi dibanding yang berkarier dari luar ENA.
JPNN.com