Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Air Keras dan Wajah Buruk Impunitas

Oleh: Elias Sumardi Dabur - Ketua Umum Pergerakan Advokat Nusantara (PETRANUSA)

Minggu, 22 Maret 2026 – 16:51 WIB
Air Keras dan Wajah Buruk Impunitas - JPNN.COM
Ketua Umum Pergerakan Advokat Nusantara (PETRANUSA) Elias Sumardi Dabur. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Penahanan empat prajurit TNI aktif oleh Puspom TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS sekaligus seorang Advokat Publik, bukanlah akhir dari sebuah perkara.

Sebaliknya, ini adalah ujian pembuktian bagi janji transparansi yang didengungkan oleh Panglima TNI dan Kapolri.

Pertanyaan besarnya sederhana namun mematikan: Apakah hukum akan berhenti di tangan eksekutor lapangan atau berani menjangkau mereka yang memberikan perintah di balik bayang-bayang?

Bukan Sekadar "Oknum" Biasa

Kasus Andrie Yunus bukan penganiayaan biasa. Ini adalah serangan sistematis terhadap simbol pembela Hak Asasi Manusia (HAM) dan profesi Advokat.

Menggunakan air keras sebagai instrumen kekerasan adalah pesan teror yang jelas: tujuannya bukan sekadar melukai, melainkan melumpuhkan keberanian sipil.

Pelibatan empat personel militer aktif dalam operasi "basah" semacam ini memperkuat dugaan adanya rantai komando atau setidaknya desain yang lebih luas.

Sangat sulit diterima logika jika empat prajurit terlatih melakukan tindakan kriminal berisiko tinggi secara mandiri tanpa motif personal yang kuat terhadap korban.

Jika dalangnya tidak tersentuh, maka air keras itu tidak hanya melukai wajah Andrie Yunus, tetapi juga membutakan mata keadilan di Nusantara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News