Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Akhir Pekan Berdarah di New York: 34 Insiden Penembakan, Lebih dari 50 Orang Jadi Korban

Senin, 06 Juli 2020 – 22:52 WIB
Akhir Pekan Berdarah di New York: 34 Insiden Penembakan, Lebih dari 50 Orang Jadi Korban - JPNN.COM
Pistol. Foto: pixabay

jpnn.com, NEW YORK CITY - Lebih dari 50 orang ditembak dengan sedikitnya enam di antaranya meninggal pada liburan akhir pekan 4 Juli di New York City ketika orang-orang merayakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan media dan otoritas setempat.

Seorang juru bicara Departemen Kepolisian New York City (NYPD) mengatakan kepada Xinhua melalui surat elektronik (surel) bahwa dari hari Jumat (3/6) hingga Minggu (5/7) pukul 15.00 waktu setempat atau Senin (6/7) pukul 02.00 WIB, sebanyak 51 orang ditembak dalam 34 insiden terpisah di kota tersebut, tanpa menyebutkan jumlah kematian.

Sementara itu, NBC New York melaporkan pada Minggu bahwa setidaknya enam orang tewas akibat luka tembak sejak Sabtu (4/6) tengah malam.

New York City mencatat peningkatan gelombang kekerasan senjata dalam beberapa bulan terakhir. Menurut statistik kejahatan di seantero kota itu dari NYPD untuk bulan Mei, ada 100 insiden penembakan, yang mewakili peningkatan 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, kota tersebut telah melaporkan 63 insiden penembakan pada pekan lalu, yang merupakan peningkatan sebesar 142 persen dibandingkan dengan pekan yang sama pada tahun 2019, menurut NBC New York.

Hingga kini, tidak jelas apa yang menyebabkan lonjakan tersebut. Beberapa pihak menyebut insiden tersebut terjadi karena keputusan NYPD pada pertengahan Juni lalu membubarkan unit anti-kejahatan beranggotakan 600 petugas yang melakukan operasi penyamaran. Namun, wali kota Bill de Blasio membantah hubungan keduanya dan mendukung keputusan NYPD.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (5/7) juga menyoroti peningkatan tajam insiden penembakan di New York City di akun Twitter-nya, dengan mengatakan bahwa warga menuntut Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo dan de Blasio untuk mengambil tindakan. (xinhua/ant/dil/jpnn)

loading...