Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

AP2LN: Penerapan Ikusei Shuro jadi Peluang Tingkatkan Kualitas Pemagang Indonesia  

Kamis, 01 Oktober 2026 – 23:59 WIB
AP2LN: Penerapan Ikusei Shuro jadi Peluang Tingkatkan Kualitas Pemagang Indonesia   - JPNN.COM
acara Rakernas AP2LN di Jakarta yang juga membahas tentang Ikusei Shuro akan menggantikan Technical Intern Training Program (TITP) dengan orientasi yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi sekaligus pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di Jepang. Foto: dok AP2LN

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) memandang penerapan Ikusei Shuro di Jepang mulai 1 April 2027 sebagai momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemagangan luar negeri.

Terutama di bidang pendidikan, pelatihan bahasa Jepang, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan calon peserta sebelum diberangkatkan.

Sebagai asosiasi yang menaungi ratusan Lembaga Pelatihan Kerja–Sending Organization (LPK-SO), AP2LN terlibat dalam penyelenggaraan puluhan ribu proses pemagangan luar negeri setiap tahun secara profesional dan terintegrasi.

AP2LN memandang perubahan sistem di Jepang perlu diikuti kesiapan seluruh pemangku kepentingan, baik peserta, lembaga penyelenggara, maupun pemerintah.

 Ketua Umum AP2LN, Firman Budiyanto mengatakan perubahan tersebut merupakan peluang untuk memperkuat kualitas ekosistem pemagangan Indonesia–Jepang secara menyeluruh.

“Perubahan menuju Ikusei Shuro merupakan momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas calon peserta sejak dari dalam negeri. Penguatan pendidikan, kemampuan bahasa Jepang, sertifikasi kompetensi, serta kesiapan mental dan budaya sebelum keberangkatan menjadi semakin penting agar peserta dapat mengikuti standar yang ditetapkan Jepang sekaligus beradaptasi dengan lingkungan kerja di sana,” ujarnya di sela acara Rakernas AP2LN di Manhattan Hotel, Jakarta, (1/10).

Ikusei Shuro akan menggantikan Technical Intern Training Program (TITP) dengan orientasi yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi sekaligus pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di Jepang, termasuk pengembangan keterampilan menuju standar Specified Skilled Worker (SSW).

Menurut Firman, perubahan sistem tersebut juga menuntut lembaga penyelenggara pemagangan di Indonesia untuk menyesuaikan regulasi, standar pelatihan, dan mekanisme penyelenggaraan program.

AP2LN mengatakan perubahan sistem di Jepang perlu diikuti kesiapan seluruh pemangku kepentingan, baik peserta, lembaga penyelenggara, maupun pemerintah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News