'Australia Rugi Besar': Sisi Lain Aturan yang Melarang Mahasiswa Asing Membawa Keluarganya
Nini Istiqamah mengaku lega setelah mendengar pengumuman kebijakan imigrasi baru yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke di acara National Press Club, bulan September lalu.
Menteri Tony mengumumkan pelajar internasional yang masih boleh membawa keluarga ke Australia adalah mereka yang berasal dari negara-negara ASEAN, kepulauan Pasifik, serta yang sedang mengambil program studi tertentu seperti program doktoral (PhD).
Sebelum pengumuman itu disampaikan, beredar kabar jika mahasiswa internasional akan dilarang membawa keluarga ke Australia.
"Memang mungkin enggak akan ngaruh juga ke saya karena saya sudah ada di sini, tapi sekarang lega karena sudah jelas," tutur mahasiswa doktoral di University of Melbourne itu.
Meski posisinya, sama seperti mahasiswa Indonesia lainnya, relatif "aman" karena tidak terdampak aturan imigrasi yang baru, Nini mengaku tetap prihatin.
"Kasihan juga kalau ingat teman-teman dari negara lain yang sudah berencana mau ke Australia dengan keluarga, tapi terhalang aturan ini," kata Nini kepada ABC Indonesia.
Apalagi, menurut Nini keputusan membawa pasangan atau keluarga ke Australia juga bukan keputusan yang mudah.
Suami Nini, Mustolih Saputro, bekerja di bidang research and development dan menekuni sebuah perusahaan start-up saat ia memutuskan meninggalkan kemapanannya untuk menemani istrinya di Australia.
JPNN.com