Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Batu Mala

Oleh Dahlan Iskan

Senin, 22 Juni 2026 – 06:09 WIB
Batu Mala - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Menjadi juru bicara itu menyesakkan. Posisinya sering kejepit. Ia/dia hidup di dunia nyata tapi kadang harus bicara yang bukan ia lihat.

Misalnya, soal keluhan mati lampu belakangan ini. Juru bicara PLN tahu apa penyebabnya tapi tidak boleh menjawab senyatanya.

"Sedang ada pemeliharaan," hanya itu jawab sang juru bicara di radio Suara Surabaya (SS) yang amat populer sebagai tempat curhat publik.

Baca Juga:

Hari itu keluhan mati listrik sangat banyak. SS sudah seperti dikira bagian customer service PLN. Penyiar SS pun menghubungi PLN. Agar ada petugas PLN yang menjawab. Jawabannyi, itu tadi: mati karena ada pemeliharaan jaringan.

Penyiar SS sendiri tahu: kalau ada pemeliharaan biasanya pengadu datang dari satu kawasan yang berada dalam satu jalur aliran listrik. Akan tetapi curhat yang masuk hari itu datang dari banyak wilayah yang berbeda. Berarti bukan akibat pemeliharaan.

Penyiar SS masih "kura-kura dalam perahu": "Kalau mati karena ada pemeliharaan biasanya berapa jam?"

Baca Juga:

"Maksimum dua jam," jawab sang juru bicara. Itu jawaban yang benar. Doktrinnya memang begitu. Agar barang makanan di kulkas tidak rusak. Agar ikan di akuarium masih selamat.

Namun di hari sebelum pemeliharaan biasanya PLN info ke SS: daerah mana saja yang akan dipadamkan. Kalau keesokan harinya ada pengaduan, SS sendiri bisa menjelaskan.

PLN pasti tidak berani menolak harga baru. Yang bisa dilakukan PLN tinggallah bagaimana bisa menaikkan tarif listrik. Rakyat pun akan menerima kenaikan tarif.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News