Belajar dari 3 Langkah Berani Frans Seda di Tengah Gejolak Ekonomi Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Pemikiran dan nilai-nilai dari sosok tokoh bangsa Frans Seda (1926–2009) dinilai makin relevan bagi arah kebijakan ekonomi Indonesia saat ini.
Nilai-nilai luhur yang ditinggalkan mantan menteri di era tiga presiden ini dianggap relevan di tengah fragmentasi tatanan multilateral, rivalitas geopolitik, dan tekanan struktural terhadap perekonomian nasional.
Pesan itu mengemuka dalam Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda bertajuk "Kebijakan Ekonomi di Masa Sulit: Pelajaran dari Krisis, Geopolitik, dan Tekanan Struktural", yang diselenggarakan oleh Frans Seda Foundation dan Atma Jaya Institute of Public Policy (AJIPP) di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Kamis (1/10).
Kegiatan itu digelar menjelang peringatan tepat seabad kelahiran Frans Seda pada 4 Oktober 2026.
Acara ini menghadirkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus mantan Menteri Perdagangan RI dan mantan Managing Director Bank Dunia Mari Elka Pangestu sebagai pembicara-pembicara kunci.
Sementara sebagai nara sumber; ekonom politik dan praktisi diplomasi Dinna Prapto Raharja; serta ekonom dan mantan Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya periode 2015–2023 A. Prasetyantoko.
Diskusi dipandu oleh Glory Rosari Oyong (Direktur Corporate Communcation Kompas Gramedia Group), dalam format talkshow dan dihadiri oleh 500-an peserta, pembuat kebijakan, akademisi, petinggi lembaga, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Warisan yang Menjawab Zaman
JPNN.com