Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Bersama Bawaslu Mengukuhkan Demokrasi

Oleh: Benny Sabdo - Anggota Bawaslu DKI Jakarta; Meraih gelar Magister Hukum bidang hukum kenegaraan dari Universitas Indonesia

Kamis, 09 April 2026 – 22:16 WIB
Bersama Bawaslu Mengukuhkan Demokrasi - JPNN.COM
Komisioner Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Benny Sabdo. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Pemilu kerap disebut sebagai perayaan kedaulatan rakyat. Jika perayaan itu hanya berhenti pada partisipasi masyarakat tanpa diikuti mekanisme pengawasan.

Maka, daulat rakyat berisiko tereduksi menjadi ritualisme demokrasi. Di tengah kompleksitas pemilu serentak dan dinamika politik, menjaga kemurnian suara rakyat menjadi tantangan terbesar bagi peradaban demokrasi Indonesia.

Konstitusi Indonesia mengamanatkan kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

Dalam konteks pemilu, amanat ini bukan sekadar hak untuk memilih, melainkan hak untuk memastikan pilihan tersebut dihitung dengan jujur, dikelola dengan transparan, dan tidak dibajak oleh kepentingan sempit.

Pengawasan pemilu, dengan demikian, adalah napas dari kedaulatan rakyat itu sendiri.

Dalam setiap siklus lima tahunan, demokrasi Indonesia sering kali terjebak dalam proseduralisme. Baliho mengepung ruang publik, algoritma media sosial membelah persepsi, dan diskursus politik kerap kali tereduksi menjadi sekadar angka-angka elektabilitas.

Di tengah kebisingan itu, Bawaslu berdiri sebagai jangkar yang menjaga agar bahtera demokrasi tidak karam oleh arus pragmatisme kekuasaan.

Namun, pertanyaan mendasar yang layak diajukan, yaitu sejauh mana dampak eksistensi pengawasan pemilu dirasakan dalam kehidupan demokrasi.

Pemilu kerap disebut sebagai perayaan kedaulatan rakyat. Jika perayaan itu hanya berhenti pada partisipasi masyarakat tanpa diikuti mekanisme pengawasan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News