Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Dari Bank Penilai Risiko Menjadi Arsitek Ekonomi Hijau Daerah

Oleh: Anggawira

Jumat, 25 September 2026 – 09:46 WIB
Dari Bank Penilai Risiko Menjadi Arsitek Ekonomi Hijau Daerah - JPNN.COM
Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira. Foto: Supplied for JPNN

jpnn.com - Bank perlu berhenti hanya menjadi penilai risiko dan mulai berperan sebagai arsitek ekosistem ekonomi hijau daerah. Masa depan pembiayaan tidak cukup ditentukan oleh kemampuan bank menyeleksi debitur berdasarkan agunan dan laporan keuangan.

Bank harus mampu menghubungkan modal, teknologi, data, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar potensi ekonomi lokal tumbuh menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan.

Bayangkan jika sampah kota tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran, melainkan sebagai bahan baku energi. Bayangkan jika atap pasar tradisional menjadi pembangkit listrik, kendaraan nelayan beralih ke teknologi yang lebih hemat, dan limbah pertanian berubah menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.

Teknologi untuk mewujudkan semua itu semakin tersedia. Yang sering belum tersedia adalah pembiayaan yang sesuai dengan skala, karakter, dan risiko usaha di lapangan.

Selama ini, bank dan lembaga pembiayaan lebih sering ditempatkan sebagai penjaga gerbang. Mereka menilai kelayakan usaha, menghitung risiko, meminta agunan, lalu memutuskan apakah pembiayaan dapat diberikan. Fungsi tersebut tetap penting, tetapi tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan transisi energi dan pembangunan ekonomi daerah.

Bank perlu naik kelas: dari sekadar penilai risiko menjadi perancang ekosistem. Peran itu berarti membantu membentuk rantai nilai, menggabungkan proyek-proyek kecil, mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, memanfaatkan data alternatif, serta merancang skema pembiayaan yang membuat kegiatan ekonomi hijau dapat tumbuh dan direplikasi.

Pelajaran dari Negara Lain

Sejumlah negara telah menunjukkan bahwa bank dapat memainkan peran lebih aktif dalam membangun ekosistem pembiayaan hijau.

Bank harus mampu menghubungkan modal, teknologi, data, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar potensi ekonomi lokal tumbuh menjadi kegiatan produktif yang ber

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News