Dokter di Siak Bundir Gegara Terlilit Pinjol, Ini Pesan Terakhirnya untuk Istri
“Hasil pemeriksaan psikologi forensik turut menguatkan adanya tekanan psikologis yang dialami korban,” beber Sepuh.
Menurut penyidik, korban diduga mengalami akumulasi berbagai persoalan, mulai dari tekanan finansial, beban menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), hingga tanggung jawab terhadap keluarga.
“Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban diketahui memiliki pengetahuan serta akses terhadap obat-obatan anestesi yang kemudian diduga digunakan dalam aksi bunuh dirinya,” ujar Sepuh.
Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan tas milik korban berisi perlengkapan medis, antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.
Rekaman CCTV dari dua lokasi juga menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia.
Polisi memastikan tidak ada orang lain yang mendampingi ataupun mengikuti korban hingga ke tempat kejadian.
Hasil autopsi menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga menjadi jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh.
JPNN.com