Dokter di Siak Bundir Gegara Terlilit Pinjol, Ini Pesan Terakhirnya untuk Istri
Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel darah, urine, dan ginjal korban.
Tim dokter forensik menyimpulkan korban meninggal akibat efek Rocuronium yang menyebabkan kelumpuhan total otot pernapasan hingga mengalami asfiksia atau mati lemas.
Memar di kepala dipastikan bukan penyebab kematian, sedangkan luka-luka lain merupakan luka pascakematian akibat aktivitas serangga.
Temuan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau. Uji DNA menunjukkan bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, yang mengindikasikan jarum tersebut digunakan sendiri oleh korban dan mengandung Rocuronium.
Selama proses penyelidikan, Satreskrim Polres Siak telah memeriksa 14 orang saksi yang terdiri atas petugas keamanan, rekan kerja, tenaga medis, keluarga korban, hingga ahli farmakologi.
Berdasarkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik, Polres Siak memastikan tidak ditemukan bukti keterlibatan pihak lain dalam kematian dr. Alex Cristo Loris.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta menghormati privasi keluarga yang sedang berduka,” tuturnya. (mcr36/jpnn)
JPNN.com