Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Emas, Iman, dan Harga Diri

Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta

Sabtu, 07 Maret 2026 – 19:54 WIB
Emas, Iman, dan Harga Diri - JPNN.COM
Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Bayangkan sebuah potongan video pendek yang viral di media sosial. Seorang pria berketsa batik bermotif Papua duduk di mimbar seminar.

Suaranya lantang namun bergetar. Ia tidak sedang berkhotbah tentang surga atau neraka.

Dia sedang membongkar sebuah narasi besar yang selama puluhan tahun membungkam harga diri bangsanya.

"Tangan kosong? Tidak pernah!" serunya. Di akhir Mei 2022, di sebuah ruangan di Jayapura, Romo John Bunai, Pr melakukan sebuah "decluttering" sejarah.

Dia mengajak kita membuang semua narasi yang mengatakan bahwa orang Papua datang belakangan dalam pesta peradaban dunia.

Dengan berani, ia menunjuk pada kisah yang paling sakral sekalipun—tentang tiga orang Majus dari Timur yang membawa emas, kemenyan, dan mur untuk Yesus.

"Emas itu," katanya, "pasti berasal dari tanah kami."

Pernyataan itu, meski bukan klaim sejarah yang kaku, adalah sebuah lompatan imajinatif yang mencoba menambatkan identitas Orang Asli Papua (OAP) ke dalam jantung kisah keselamatan umat Kristen.

Indonesia adalah sebuah mosaik raksasa & Papua adalah kepingan paling berwarna yang perlu ditempatkan dengan baik, dilindungi, dan diberi ruang untuk bersinar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News