Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Selasa, 29 September 2026 – 14:43 WIB
Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI - JPNN.COM
Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, kompetensi, empati, dan kemanusiaan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam orasi ilmiah pada Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 123 Tahun 2026. Foto: dok sumber

jpnn.com, MALANG - Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, kompetensi, empati, dan kemanusiaan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 123 Tahun 2026.

Dalam orasinya bertajuk “Menyiapkan Generasi Transformatif yang Kompeten, Adaptif, dan Berdampak di Era Artificial Intelligence”, Endang mengangkat perjalanan transformasi PT KAI sebagai contoh perubahan organisasi di era digital.

Menurut Endang, transformasi KAI tidak hanya ditandai oleh digitalisasi layanan, tetapi juga perubahan cara perusahaan melayani pelanggan.

Ia mencontohkan penggunaan aplikasi Access by KAI yang pada Semester I 2026 mencatat 17 juta transaksi penjualan tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal.

“Semua perubahan ini bagian dari transformasi KAI yang kita lihat bersama hari ini. Dari sekadar menjalankan kereta, KAI berkembang menjadi perusahaan yang semakin berorientasi pada pengalaman pelanggan danmembangun ekosistem transportasi terintegrasi yang menghubungkan kereta api, commuter line, LRT, MRT, kereta cepat, kerata logistik, kerata bandara, layanan digital, hingga berbagai moda dan layanan pendukung lainnya,” katanya, Selasa (29/09/2026).

Namun, Endang menegaskan, teknologi tidak boleh menggeser manusia sebagai pusat pelayanan.

“Cara membeli tiket berubah, cara memperoleh informasi berubah, cara berinteraksi dengan pelanggan berubah. Tetapi di tengah seluruh perubahan itu, ada satu hal yang tidak boleh berubah yaitu manusia. Sebab, secanggih apa pun teknologi dan sebaik apa pun sistem yang kita bangun, pada akhirnya manusialah yang menentukan kualitas pelayanan.”

Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 123 Tahun 2026

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News