Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Ganti Dolar

Oleh Dahlan Iskan

Minggu, 28 Juni 2026 – 04:59 WIB
Ganti Dolar - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Khayalan saya melayang jauh ke Ekuador ketika menonton tim sepak bola negara itu mengalahkan raksasa Eropa 2-1 di Stadion New York New Jersey pada Kamis lalu (25/6).

Ekuador berpenduduk sebesar Malaysia. Negara itu terkena krisis moneter yang sama beratnya dengan Indonesia. Pada tahun yang sama pula: 1998.

Ganti DolarDahlan Iskan berpose di tribun Stadion New York New Jersey saat menyaksikan pertandingan Ekuador melawan Jerman.--

Baca Juga:

Yang juga sama: krisis moneternya berkomplikasi dengan krisis politik yang berat. Sampai presidennya dijatuhkan. Di Indonesia Soeharto, di Ekuador Jamil Mahuad.

Dua negara itu berbeda jalan dalam mengatasi krisis ekonomi politiknya. Indonesia pernah dalam keadaan bimbang yang panjang: antara mem-peg-kan rupiah ke dolar, atau membiarkan rupiah pakai kurs mengambang. Pasar uang sampai bingung ambil sikap.

Tanda-tanda rupiah akan di-peg (kurs rupiah dipatok tetap terhadap dolar) begitu kuat. Pak Harto sudah bertemu ahli ekonomi dunia yang menyarankan teori itu: Steve Hanke dari John Hopkin University, Amerika Serikat.

Baca Juga:

Akan tetapi Dana Moneter Internasional (IMF) menentang langkah itu. Pun Amerika. Banyak ahli ekonomi Indonesia sendiri yang tidak setuju. Pak Harto begitu bimbangnya saat itu. Mungkin karena Pak Harto sudah terlalu tua untuk mengambil keputusan tepat.

Anda sudah tahu: Pak Harto akhirnya ikut pendapat IMF. Kurs rupiah pun jatuh ke jurang. Orang panik. Satu dolar menjadi Rp17.000. Terjadi kerusuhan. Pak Harto pun jatuh.

Khayalan saya melayang jauh ke Ekuador ketika menonton tim sepak bola negara itu mengalahkan raksasa Eropa 2-1 di stadion New York New Jersey Kamis lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News