Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, Ganjar Pranowo: Masyarakat Ayo Bantu Kami, Saya tidak Ingin Menghukum

Rabu, 16 September 2020 – 15:15 WIB
Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, Ganjar Pranowo: Masyarakat Ayo Bantu Kami, Saya tidak Ingin Menghukum - JPNN.COM
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat apel pasukan gabungan untuk operasi yustisi Jateng. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung bergerak menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat untuk menurunkan jumlah penularan Covid-19 di Jateng. 

Menggandeng TNI/Polri dan Satpol PP, Ganjar menggerakkan operasi masif di sejumlah lokasi kerumunan di Kota Semarang.

Ratusan personel dikerahkan untuk tindakan yustisi protokol kesehatan itu pada Rabu (16/9). Mereka disebar ke sejumlah titik seperti pasar tradisional dan tempat kerumunan lain untuk menegakkan protokol kesehatan secara ketat pada warga Kota Semarang.

Sebelum operasi bersama dilaksanakan, Ganjar lebih dahulu memimpin apel pasukan gabungan itu di Balai Kota Semarang. Apel dihadiri sejumlah jajaran penting, seperti Wakil Gubernur Jateng, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Kajati, Wali Kota Semarang, Kapolres, Dandim dan jajaran forkompimda lainnya.

"Ada beberapa daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat di Jawa Tengah. Kita butuh kerja sama untuk menurunkan penularan, angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan. Sudah tujuh bulan sosialisasi dilakuka, tapi di sana sini masih perlu kami tertibkan. Makanya, hari ini kami menggelar operasi bersama TNI/Polri untuk menertibkan sekaligus mengedukasi," kata Ganjar.

Kota Semarang, lanjut Ganjar, dipilih karena memang menjadi salah satu daerah zona merah di Jawa Tengah. Dia menegaskan, bukan berarti daerah lain diabaikan, tetapi Kota Semarang memang menjadi perhatian.

"Maka perlu ada gerakan masif. Kita diminta dalam waktu dua minggu ini, kasus penularan Covid-19 di Kota Semarang bisa turun," tegasnya.

Terkait sanksi, Ganjar mengatakan ada banyak pilihan sanksi kepada pelanggar. Bisa saja sanksi sosial, atau sanksi administratif lainnya.

loading...