Gencarkan Literasi Keuangan, KrediOne Edukasi Mahasiswa Lewat Program Pindar Mengajar
jpnn.com, JAKARTA - KrediOne terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi keuangan di kalangan generasi muda. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melalui kegiatan Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi yang berlangsung di Universitas Riau.
Acara yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa ini menjadi wadah strategis untuk membedah dinamika industri keuangan digital. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito; Direktur Eksekutif AFPI, Yasmine Meylia; serta Dekan FEB Universitas Riau, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie.
Dalam sesi pemaparannya, Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, menekankan bahwa di era disrupsi teknologi, literasi keuangan telah bergeser menjadi sebuah kompetensi strategis yang wajib dimiliki setiap individu.
"Akses keuangan tanpa literasi adalah pedang bermata dua. Di tengah percepatan inovasi finansial, kemampuan membaca peluang sekaligus mengelola risiko secara terukur menjadi pembeda antara akses yang memberdayakan atau yang justru menimbulkan kerentanan," tegas Kuseryansyah, Sabtu (11/4).
Dia menambahkan, kualitas pengambilan keputusan adalah elemen krusial. KrediOne ingin memastikan bahwa setiap langkah finansial yang diambil oleh generasi muda dilakukan secara sadar, terukur, dan bertanggung jawab agar tidak terjebak dalam praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.
Selain memberikan edukasi, KrediOne memposisikan industri Peer-to-Peer (P2P) Lending atau Pindar sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pada transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen.
"Melalui program ini, mahasiswa diberikan pemahaman mendalam mengenai perbedaan mencolok antara layanan Pindar resmi yang terdaftar di OJK dengan praktik ilegal yang merugikan masyarakat," katanya.
Langkah KrediOne ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Nasional Cerdas Literasi Keuangan (Gencarkan) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergi antara regulator, akademisi, dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan inklusi keuangan yang sehat.
JPNN.com