Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Habib Umar Vs Anggota Satpol PP: Itulah Potret Masyarakat Terkini, Frustrasi

Kamis, 21 Mei 2020 – 22:25 WIB
Habib Umar Vs Anggota Satpol PP: Itulah Potret Masyarakat Terkini, Frustrasi - JPNN.COM
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto mengatakan perkelahian seorang pria bergamis putih dan berkopiah dengan aparat di Surabaya, Jawa Timur, merupakan persoalan serius bangsa akhir-akhir ini.

Habib Umar Vs Anggota Satpol PP: Itulah Potret Masyarakat Terkini, Frustrasi

"Saya melihat ini persoalan serius terkait dengan bangsa akhir-akhir ini. Potret ini begitu nyata dan bukan hanya terjadi di Jawa Timur, banyak kasus serupa terjadi di berbagai daerah," ucap Didik kepada jpnn.com, Kamis (21/5).

Belakangan, identitas pria berjubah itu diketahui, yakni Habib Umar Assegaf Bangil, pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan.

Sang Habib yang menunggangi sedan Toyota Camry bernomor polisi N 1 B menolak saat disuruh putar balik.

Cekcok yang berujung perkelahian itu terjadi di titik pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Surabaya di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5) sore.

Nah, Didik mengatakan apabila pemerintah tidak tanggap terhadap situasi masyarakat saat ini, serta tidak segera mencarikan jalan keluar, maka tidak tertutup kemungkinan akan menstimulasi munculnya frustasi publik.

"Potret demikian menunjukkan kepada kita semua begitu frustrasinya masyarakat sekarang sehingga dengan mudah meluapkan emosi yang berlebihan," ujar legislator Partai Demokrat ini.

Di sisi lain, katanya, kondisi psikologis masyarakat tersebut juga sebagai oto kritik terhadap kebijakan, ketegasan dan kearifan pemimpin bangsa ini yang tidak memberikan tauladan dan contoh yang baik kepada masyarakat. Ketidaktegasan pemimpin, anggapan ucapan dan tindakan yang mencla-mencle serta tidak bisa dipegang.

Disharmoni keputusan dan kebijakan lintas kementerian dan kelembagaan dalam bentuk ego sektoral juga membuat bingung masyarakat. "Bisa saja masyarakat bingung memedomani kebijakan pemerintah. Tetapi jangan sampai masyarakat tidak percaya lagi kepada pemimpinnya, pemerintahnya, bisa sangat bahaya," lanjut politikus asal Jawa Timur ini.

loading...