Hadapi Dampak Karhutla, Pemerintah Perkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalteng
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut pemerintah memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyikapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Raja Juli mengatakan Satgas Penyelamatan Satwa Liar menjadi kerja sama lintas instansi, yakni Kementerian Kehutanan, Balai KSDA Kalteng, BOSF, OFI, dan OFI UK.
Dia berkata demikian saat melakukan pengecekan kondisi orang utan di Nyaru Menteng, Kalsel, Sabtu (5/9).
"Jadi, ini bukan satgas baru, kerja sama seperti yang saya katakan tadi sudah lama terjadi, tetapi kami perkuat,” ujarnya kepada awak media, Minggu (6/9).
Raja Juli menuturkan sampak Karhutla ini bukan hanya tertuju ke manusia, melainkan juga hewan, sehingga pemerintah perlu memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar.
"Satgas yang ada selama ini kami perkuat kembali, jadi Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalteng," katanya.
Menhut mengatakan ketersediaan dokter hewan akan terus dipastikan, termasuk membuka opsi penambahan dokter dari luar Kalteng andai dibutuhkan.
“Kalau kurang nanti kami juga bisa kirimkan, di-BKO-kan dari Jawa, ya, dari Jawa atau dari tempat lain untuk membantu teman-teman di sini, kalau seandainya naudzubillah terjadi sesuatu yang tidak lagi mampu ditangani oleh dokter hewan yang ada di Kalteng," ujar eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu.
JPNN.com