Alexa Analytics
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Irjen Paulus Waterpauw Sebut 3 Polres Ini Masuk Daerah Merah Gangguan KKB

Senin, 22 Februari 2021 – 15:23 WIB
Irjen Paulus Waterpauw Sebut 3 Polres Ini Masuk Daerah Merah Gangguan KKB - JPNN.COM
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memberi keterangan di Jayapura, Senin (22/2). (ANTARA/Evarukdijati)

jpnn.com, JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa ada tiga Kepolisian Resor (Polres) yang wilayahnya masuk dalam daerah rawan gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa ketiganya adalah Polres Puncak, Polres Intan Jaya, dan Polres Nduga. Menurut Irjen Paulus, aktivitas KKB sangat tinggi di tiga wilayah Polres tersebut.

"Saat ini ada tiga polres yang wilayahnya menjadi perhatian dan masuk dalam daerah merah karena tingginya aktivitas KKB, yakni Polres Puncak, Polres Intan Jaya, dan Polres Nduga," kata Irjen Waterpauw di Jayapura, Senin (22/2). 

Irjen Paulus mengatakan karena masuk kategori merah maka pihaknya berharap Kapolres yang baru dilantik di tiga Polres itu segera beradaptasi dan melakukan konsolidasi, serta bersilaturahmi dengan para tokoh yang ada di wilayah tersebut.

"Manfaatkan peran tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemda setempat agar dapat menangani keberadaan KKB mengingat sejumlah kabupaten di Papua pernah mengalami hal serupa namun kini sudah berhasil mengatasinya," katanya.

Menurut dia, sudah ada beberapa wilayah di Papua yang berhasil meredam gangguan KKB dengan melibatkan mereka dalam pembangunan di daerah itu.

"Dengan meningkatnya kesejahteraan mereka maka tidak ada lagi gangguan keamanan di wilayah tersebut misalnya di Kabupaten Puncak Jaya, Lanny Jaya, Tolikara, dan Jayawijaya," katanya.

Ia mengatakan, berbagai pendekatan dilakukan pemda bersama aparat keamanan di wilayah itu sehingga akhirnya anggota KKB turun dan bergabung dengan masyarakat serta turut merasakan kesejahteraan.

Menurutnya, dengan turut merasakan kesejahteraan di daerahnya maka diharapkan dapat menekan tindak gangguan yang dilakukan KKB karena anggotanya tidak lagi memegang senjata api atau senjata tajam.

"Dengan merasakan kesejahteraan diharapkan anggota KKB sadar dan bergabung dengan masyarakat membangun daerahnya, " kata Irjen Paulus. (antara/jpnn)