Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Jejak Gus Miek & Boy Thohir di Balik Berdirinya Pesantren Al Hamid Cilangkap

Senin, 28 September 2026 – 20:30 WIB
Jejak Gus Miek & Boy Thohir di Balik Berdirinya Pesantren Al Hamid Cilangkap - JPNN.COM
Jejak Gus Miek dan Boy Thohir di balik berdirinya Pesantren Al Hamid Cilangkap. Foto dok.Pesantren Al Hamid

jpnn.com - Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur, kini memiliki ribuan santri dan menjadi salah satu tempat berkumpulnya ulama serta pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah.

Perjalanan ponpes tersebut bermula dari keinginan KH Hamim Jazuli atau Gus Miek untuk menghadirkan sebuah pesantren di Jakarta.

Gus Miek yang dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, sekaligus pencetus Dzikrul Ghofilin dan Jam'iyah Semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab, menyampaikan keinginan tersebut kepada KH Hamid Djiman.

Hamid merupakan pengusaha di Jakarta yang juga dikenal sebagai pengagum dan pengikut Gus Miek.

Kisah itu pernah disampaikan Pengasuh Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid, saat pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2023.

Menurut Lukman, pendirian Pesantren Al Hamid tidak terlepas dari amanah Gus Miek dan KH Munif Djazuli kepada ayahnya, KH Hamid Djiman.

“Berawal dari perintah sang guru, Romo Kiai Hamim Djazuli atau lebih dikenal dengan Gus Miek dan Romo Kiai Munif Djazuli. Beliau berdua memerintahkan kepada ayahanda kami, Abah KH Hamid Djiman, untuk membuat ponpes di lahan milik pribadi beliau,” kata Lukman, Senin (28/9).

Amanah tersebut kemudian berusaha diwujudkan Hamid dengan mendirikan sebuah yayasan yang semula bernama Yayasan Mantab Sejahtera..Yayasan itu kemudian membebaskan lahan yang digunakan untuk membangun Pesantren Al Hamid Putra di Cilangkap dan Pesantren Al Hamid Putri di Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur, kini memiliki ribuan santri dan menjadi salah satu tempat berkumpulnya ulama serta pengurus NU.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News