KDKMP Tercinta
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Kian banyak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan. Sepulang ke tanah air nanti saya ingin segera melihat praktik bisnisnya.
Saya sudah tahu konsepnya: sangat bagus. Saya sudah tahu misinya: amat mulia. Saya sudah dengar ketatnya sistem pelatihan manajernya: sampai ada lima orang yang meninggal dunia.
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym.
Saya pun akan memaklumi kalau pekerjaan pertama KDKMP sebatas "mengambil alih" penjualan barang-barang yang selama ini disubsidi pemerintah: gas tiga kilogram dan pupuk untuk petani miskin.
Itulah dagang yang paling mudah. Yang bahkan tidak perlu jiwa pedagang: jadi penyalur barang yang ditunjuk pemerintah dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah dan yang pasti tidak mungkin ada risiko ruginya.
Korbannya: pedagang kecil yang selama ini jadi penyalur gas tiga kilogram dan pupuk subsidi. Mereka kehilangan bisnis di sektor itu.
Saya juga ingin tahu apa yang mereka lakukan setelah bisnis lama mereka diambil alih KDKMP. Saya yakin mereka akan menemukan bisnis lain. Itu karena jiwa mereka jiwa pedagang.
Pedagang itu tidak bisa menganggur. Otaknya jalan terus. Jatuh-bangun adalah bagian dari napas kehidupannya. Paling-paling mereka "sesak napas" kalau nantinya mereka melihat KDKMP tidak bisa berjalan dengan baik.
JPNN.com