Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

KPAI Beri Alarm Keras soal MBG: Jangan Sampai Anak Jadi Korban

Minggu, 09 Agustus 2026 – 04:11 WIB
KPAI Beri Alarm Keras soal MBG: Jangan Sampai Anak Jadi Korban - JPNN.COM
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa. Ilustrasi. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan alarm keras terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diwarnai berulangnya kasus keracunan di sejumlah daerah.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden yang berdiri sendiri.

Menurut Jasra, rangkaian kasus keracunan, persoalan kesehatan pekerja dapur, hingga kendala distribusi menunjukkan adanya masalah dalam tata kelola rantai pangan MBG.

"Yang sedang kita hadapi bukan hanya persoalan makanan yang basi atau keracunan di sekolah. Yang sedang kita hadapi adalah kegagalan menjaga rantai distribusi pangan, mulai dari dapur SPPG, pengemasan, penyimpanan, transportasi, waktu tempuh, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh anak-anak," kata Jasra, Sabtu (8/8).

Dia menegaskan anak-anak tidak boleh menjadi korban dari sistem yang belum siap.

KPAI menilai salah satu persoalan utama terletak pada jarak dan waktu distribusi makanan. Di sejumlah wilayah, makanan diproduksi sejak pagi untuk kemudian dikirim ke sekolah dengan jarak cukup jauh.

Proses tersebut menghadapi berbagai kendala, mulai dari kemacetan, kondisi jalan, keterbatasan kendaraan operasional, hingga penyimpanan makanan selama perjalanan.

"Anak-anak seharusnya menerima makanan yang benar-benar fresh, hangat, aman, dan layak konsumsi. Ketika makanan diterima setelah melewati waktu distribusi yang panjang, maka negara sedang mempertaruhkan kesehatan jutaan anak hanya karena rantai logistik belum mampu menjamin keamanan pangan," tegasnya.

KPAI memberikan alarm keras terkait pelaksanaan Program MBG yang diwarnai berulangnya kasus keracunan di sejumlah daerah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News