Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Kurban: Dari Ibadah Pribadi ke Agenda Keadilan Pangan Nasional

Oleh: Johan Rosihan

Kamis, 05 Juni 2025 – 16:57 WIB
Kurban: Dari Ibadah Pribadi ke Agenda Keadilan Pangan Nasional - JPNN.COM
Anggota MPR FPKS Johan Rosihan. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com - Setiap kali Iduladha tiba, jutaan umat Islam berduyun-duyun menjalankan ibadah kurban sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan kepedulian sosial kepada sesama.

Namun, apakah ibadah kurban hanya berhenti sebagai ritual tahunan?

Ataukah ia bisa menjadi inspirasi besar untuk membangun keadilan pangan nasional yang lebih substantif dan berkelanjutan?

Kurban bukan sekadar ibadah simbolik. Dia adalah ekspresi keimanan yang paling mendalam: berani melepaskan sesuatu yang dicintai demi nilai yang lebih tinggi.

Seperti yang ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Ismail, kurban adalah tentang pengorbanan demi peradaban, ketaatan demi keadilan.

Sebagaimana Allah berfirman: “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu! (QS Ash-Shaffat: 102).

Dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an, Sayyid Quthb menegaskan peristiwa kurban adalah bentuk pengokohan aqidah yang berdampak sosial luas, bukan sekadar narasi individual.

“Kurban adalah pendidikan ruhani yang melahirkan kesanggupan menundukkan ego demi maslahat umat,” tulisnya.

Momentum kurban dari ibadah pribadi bisa menjadi peluang untuk menata ulang sistem ketahanan pangan nasional

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News