Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

La Hua

Oleh: Dahlan Iskan

Jumat, 28 Agustus 2026 – 07:43 WIB
La Hua - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Ada semacam ayat baru menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dibuka Presiden Prabowo kemarin.

Bunyi "ayat" itu: "la miftaha wa la yahya".

La HuaPresiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026--YouTube Sekretariat Presiden

Baca Juga:

Bagi orang NU maknanya jelas: ada pihak yang tidak ingin Miftah dan Yahya terpilih lagi. "La" dalam bahasa Arab berarti "tidak". "Wa" artinya "dan". Tidak Kiai Miftah (Akhyar) dan tidak Kiai Yahya (Staquf).

Dua tokoh itu memang berkonflik sangat tajam dua tahun terakhir, sampai ada ketua umum tandingan. Semua konflik itu akan diselesaikan lewat muktamar di Pondok Pesantren "Bintang Sembilan" Tambak Beras, Jombang.

Akan tetapi Gus Yahya masih ingin jadi ketua umum lagi. Pendukungnya masih kuat.

Baca Juga:

Kiai Miftah juga masih dijagokan untuk kembali menjadi rais am, pemimpin tertinggi dalam struktur NU.

Tokoh seperti Gus Ipul –Saifullah Yusuf- sekjen PBNU yang juga menteri sosial kabinet Prabowo– terlihat ingin memasangkan Kiai Miftah dengan Gus Kikin: sebagai Rais Am dan Ketua Umum.

Ada semacam ayat baru menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dibuka Presiden Prabowo Subianto kemarin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News