Lemkapi Sebut Kombinasi Suyudi dan Wahyu Perkuat Kepemimpinan Polri
jpnn.com, JAKARTA - Penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, sebagai keputusan yang menarik dan memiliki kekuatan dari sisi pengalaman kepemimpinan.
Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sementara Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan dilakukan setelah DPR menyetujui pengangkatan Suyudi melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan.
"Kapolri dan Wakapolri ini merupakan pasangan yang ideal. Ada kombinasi senior dan junior yang saling melengkapi. Suyudi merupakan lulusan Akpol 1994, sedangkan Wahyu Hadiningrat lulusan Akpol 1992. Perbedaan dua angkatan ini justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun soliditas kepemimpinan Polri," kata Edi, anggota Kompolnas periode 2012-2016.
Menurut dosen Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta itu, keduanya juga memiliki pengalaman di berbagai bidang strategis kepolisian. Suyudi sebelumnya dipercaya sebagai Kepala BNN, sedangkan Wahyu Hadiningrat pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri, termasuk Astamarena Kapolri.
Edi menilai kombinasi pengalaman tersebut penting karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks. Polri tidak hanya dituntut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme penegakan hukum, serta kepercayaan masyarakat.
"Duet ini harus mampu menerjemahkan kepemimpinan baru menjadi peningkatan kinerja yang nyata. Ukurannya bukan hanya solid di internal, tetapi juga bagaimana Polri semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, profesional dalam penegakan hukum, dan semakin transparan dalam menjalankan kewenangannya," ujarnya.
Edi menambahkan, pergantian Kapolri juga harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi. Kapolri dan Wakapolri, menurut dia, perlu memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu visi dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan kebijakan.
"Tantangan ke depan tidak ringan. Karena itu, kekompakan Kapolri dan Wakapolri menjadi sangat penting. Senioritas harus menjadi sumber pengalaman, sementara generasi yang lebih muda membawa energi dan perspektif baru. Kalau ini dapat disinergikan, kinerja Polri dapat terus ditingkatkan," kata Edi.
JPNN.com