Nenek Sinah, Konon Usianya 160 Tahun, Masih Sanggup Pijat Anggota TNI
Marsinah mengatakan, Sinah melahirkan anak terakhir dari 13 bersaudara pada 1919.
“Yang saya ingat, saya itu anak yang kesepuluh ke atas. Menurut cerita, anak terakhir yang dilahirkan itu tahun 1919. Bayangkan sudah berapa usia ibu saya saat ini. Ibu saya ini kelahiran Blitar, Jawa Timur. Pada tahun 1977 saya bawa ke Bulungan, lalu pindah ke Tarakan sampai sekarang,” terang Marsinah.
Marsinah menambahkan, meski sudah sangat uzur, ibunya masih memiliki kemampuan memijat.
Dalam satu hari, Sinah hanya mampu melayani dua pasien.
Pelanggan berasal dari berbagai kalangan. Mulai pedagang, petani, petambak, pegawai, hingga anggota TNI.
Keahlian Sinah tidak diragukan. Salah seorang anggota KST Suwardi merasakan pijatan Sinah saat dirinya mengalami keram tangan kanan.
Marsinah mengaku sering melarang Sinah memijat. Namun, Sinah justru marah.
Sinah beralasan tidak mau mengecewakan pelanggan yang sudah datang.