Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

Networking Rebahan

Oleh: Dahlan Iskan

Selasa, 25 Agustus 2026 – 06:41 WIB
Networking Rebahan - JPNN.COM
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Saya seperti jadi tertuduh di ”muktamar” Gondang, dekat Pacet (Lihat Disway kemarin: Bintang Perusuh). Padahal awalnya saya hanya ingin sedikit merendah: ”Di DIC Farm ini tidak ada barang mahal. Meja panjang ini misalnya, terbuat dari jenis kayu yang kalau dijual pun tidak ada yang beli”.

"Kayu apa?" tanya seorang ”Perusuh” Disway.

Networking RebahanPerusuh memamerkan cincin akik pemberian ahli geologi Sujatmiko dan buku perusuh dari Thamrin Dahlan.-FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-

Baca Juga:

"Kayu ini dulu waktu di pondok dipakai untuk bantal para santri. Kayu randu".

"Oh, ini yang membuat pohon randu kian langka," ujar perusuh itu.

Di DIC Farm dulunya memang tumbuh beberapa kayu randu. Di pinggir-pinggir batas tanah. Sejak saya mulai menengok lahan ini di masa Covid-19, pohon randunya tinggal dua batang. Dua-duanya besar. Tinggi. Daunnya sudah meranggas tua. Di sebelah barat pohon itu terhampar sawah. Berarti penyinaran matahari pagi untuk padinya kurang sempurna. Terhalang pohon. Ditebang.

Baca Juga:

Yang menebang bingung: kayunya dibuang ke mana. Tidak laku dijual. Tidak bisa pula untuk kayu bakar. Lalu saya putuskan untuk dijadikan meja. Dianggap nyeleneh: meja dari kayu randu.

Tentu ketebalannya saya buat 20 cm. Agar tidak ”molet” seperti "perusuh" yang malas bangun pagi. Lalu permukaannya disapu dengan api yang disemprotkan dari tabung api. Diberi warna kayu. Bentuk mejanya tidak harus persis segi empat. Pinggirannya tidak harus lurus: ikut lekukan pohon saja. Itulah meja utama yang dipakai bermuktamar perusuh kemarin itu.

Di muktamar ini saya melihat: waktu kosong lebih penting dari waktu ada acara. Karena itu acara-acara dibuat singkat-singkat: agar waktu kosong lebih banyak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News