PANDI Ajak Pemprov Aceh Bawa Aksara Jawi Menembus Dunia Digital
jpnn.com, ACEH - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mulai membahas peluang aksara Jawi atau Arab Melayu menjadi nama domain internet.
Pembahasan itu dilakukan setelah Pandi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswandi melakukan pertemuan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh pada Selasa (15/9).
Ketua PANDI Isnawan mengatakan pengembangan domain beraksara lokal bukan hanya persoalan teknologi, tetapi bagian dari upaya menjaga keberagaman bahasa dan aksara di ruang digital.
“Internet seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat dengan bahasa dan aksara yang mereka kenal. Melalui IDN, kami ingin agar kekayaan aksara Nusantara tidak hanya tersimpan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat hidup dan digunakan dalam ekosistem digital,” ujar Isnawan dalam siaran persnya, Rabu (23/9).
Dia menambahkan pihaknya tengah mengkaji pengembangan Internationalized Domain Name (IDN) pada tingkat Top-Level Domain (TLD) dengan sejumlah kemungkinan representasi, yaitu nama Indonesia, Indo, maupun Nusantara dalam Aksara Jawi.
Aksara Jawi sendiri memiliki sejarah panjang di Aceh dan berbagai wilayah Nusantara, mulai dari naskah keagamaan, sastra, administrasi, hingga dokumentasi sejarah.
Oleh karena itu, Pandi menilai keterlibatan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta praktisi penting untuk memastikan bentuk aksara yang digunakan memiliki dasar kebahasaan yang kuat dan diterima masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi menyampaikan komitmen Pemprov Aceh untuk menindaklanjuti rencana tersebut melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk dari sisi regulasi.
“Kami akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk menyiapkan aspek regulasi. Tinggal kami siapkan draftnya dan kami tindak lanjuti terus, sehingga tahun depan sudah bisa bergerak,” ujar Dedy Yuswadi.
JPNN.com