Pendataan Guru Honorer Sebelum jadi PPPK, Ditemukan Nama, tetapi Tidak Mengajar
jpnn.com - JAYAWIJAYA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, melakukan pendataan terhadap 278 guru honorer mulai jenjang TK hingga SMA/SMK.
Pendataan guru honorer di wilayah itu dilakukan untuk mengetahui keaktifan dan berapa lama mengajar.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib bertatap muka dan berdialog secara langsung dengan 278 guru kontrak mulai jenjang TK hingga SMA/SMK di aula Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (7/7).
Atenius Murib mengatakan tujuan pertemuan dengan 278 guru honorer itu untuk mengecek apakah mereka melaksanakan tugas atau tidak di satuan pendidikan tersebut.
“Tadi saya absen nama-nama guru honorer di dalam daftar satu per satu mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang tersebar di 40 distrik. Saya menanyakan berapa lama mereka mengajar, mereka aktif mengajar atau tidak saat ini,” katanya di Wamena, Selasa.
Dari hasil pertemuan tatap muka ini, pihaknya mendapatkan data terbaru bahwa terdapat guru-guru honorer yang telah meninggal dunia, sudah pindah, dan tidak mengajar, namanya ada di sekolah, tetapi orangnya tidak mengajar.
“Kami bersyukur melakukan kegiatan ini supaya memperoleh data yang akurat mengenai jumlah guru honorer yang saat ini masuk dalam daftar dan tetap masih mengajar di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Dia menjelaskan tujuan lain dari pertemuan tersebut untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan mulai TK hingga SMA/SMK terdapat guru, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honorer, dan guru kontrak dari Program Indonesia Cerdas yang terus mengajar.
JPNN.com