Persija Dirugikan Laga Lawan Persib Dipindah ke Samarinda
Ia kemudian memilih opsi di Surabaya karena mudahnya akses dari Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.
Setelah memilih Surabaya, Ferry berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk panitia pelaksana laga Persebaya Surabaya hingga Bonek Mania, yang semuanya mengatakan kesiapan untuk membantu terselenggaranya laga Persija melawan Persib di Kota Pahlawan.
Namun, pilihan bermain di Surabaya dibatalkan setelah Bung Ferry mengetahui bahwa jika laga masih dimainkan di Pulau Jawa, akan digelar tanpa penonton.
Pilihan venue pertandingan pun selanjutnya mengarah ke Bali, namun Stadion Kapten I Wayan Dipta tak bisa dipakai karena digunakan tim tuan rumah Bali United untuk menjamu Borneo FC satu hari setelah laga Persija menghadapi Persib. Dari sini, opsi Stadion Segiri itu pun muncul.
"Kalau kita pakai tanggal 10 (Mei) mereka nggak bisa, ada OT (official training). Nah, saya tanya sama pihak Bali, 'Kalian tanding sama siapa?' Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo nggak dipakai dong stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya saya coba izin untuk coba kontak Borneo," katanya.
Bung Ferry pun mengatakan pihaknya mendapatkan kerugian dari perpindahan venue laga kandang ini ke Samarinda.
Selain dari segi finansial, kerugian juga dikatakan Bung Ferry datang dari sisi suporter yang kembali tak merasakan tim kesayangannya bertanding melawan musuh bebuyutan Persib di Jakarta selama tujuh tahun lamanya.
Terakhir kali Persija melawan Persib di Jakarta adalah pada tahun 2019 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
JPNN.com