Pertamina Patra Niaga Hadirkan 43 Titik Serambi MyPertamina di Jalur Mudik, Gratis!
jpnn.com, JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menghadirkan Serambi MyPertamina, sebagai fasilitas tempat singgah gratis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Masyarakat bisa menikmati berbagai layanan gratis di Serambi MyPertamina seperti mini klinik, ruang laktasi, musala, area santai, kursi pijat, hingga kids corner dan game console.
Selain itu, tersedia pula layanan tambahan seperti bright barber, bright skin check, Wi-Fi, Free Charging Station serta makanan dan minuman yang semuanya gratis.
Serambi MyPertamina tersebar di 43 titik, meliputi 6 titik rest area tol serta 37 titik Mini/Compact yang tersebar di jalur non-tol, kawasan wisata, bandara, pelabuhan, hingga stasiun.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan keberadaan titik-titik Serambi MyPertamina ini diharapkan dapat membantu masyarakat beristirahat sejenak dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
“Perjalanan mudik seringnya membutuhkan kondisi fisik yang prima, sehingga Serambi MyPertamina kami siapkan sebagai tempat singgah yang nyaman dan gratis. Selain istirahat, di sini masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas seperti cek kesehatan, potong rambut, main PS, tempat main anak, dan masih banyak lagi,” ucap Roberth.
Sebagai informasi, enam titik Serambi MyPertamina (full service) beroperasi di SPBU Pertamina pada rest area jalur tol strategis, antara lain Rest Area KM 43A Tol Jakarta–Merak, Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Karawang, Rest Area KM 88A Tol Cipularang (Jakarta–Bandung), Rest Area KM 260B Tol Pejagan–Pemalang, Rest Area KM 379A Tol Pemalang–Batang, serta Rest Area KM 66A Tol Pandaan–Malang.
Sementara itu, 37 titik Serambi MyPertamina Mini/Compact tersebar di berbagai lokasi yang mencakup bandar udara, pelabuhan, stasiun, rest area non-tol, hingga jalur wisata dan jalur mudik utama. Beberapa di antaranya berada di Bandara Kualanamu Medan, YIA Yogyakarta, I Gusti Ngurah Rai Denpasar, serta Sultan Hasanuddin Makassar.
JPNN.com