Close Banner Apps JPNN.com
JPNN.com App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store
Download Apps JPNN.com

PKB: Dari Gus Dur ke Gus Muhaimin, Menjaga Langit, Merawat Indonesia

Oleh: Andi Najmi Fuaidi - Sekretaris DPC PKB Kabupaten Brebes Pertama dan Anggota DPR RI Periode 1999–2004

Rabu, 22 Juli 2026 – 15:22 WIB
PKB: Dari Gus Dur ke Gus Muhaimin, Menjaga Langit, Merawat Indonesia - JPNN.COM
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Brebes Pertama dan Anggota DPR RI Periode 1999–2004 Andi Najmi Fuaidi. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Dua puluh delapan tahun silam, sebuah ikhtiar politik lahir dari rahim Nahdlatul Ulama.

Saya menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah itu ketika turut mengawal proses pendirian DPC PKB Kabupaten Brebes sebagai sekretaris pertama.

Karena itu, ingatan tentang kelahiran PKB tidak pernah pudar.

PKB tidak lahir dari ruang hampa, apalagi sekadar memenuhi hasrat merebut kekuasaan.

Secara historis, partai ini merupakan hasil keputusan organisatoris PBNU melalui rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah pada 22 Juli 1998.

Sehari kemudian, 23 Juli 1998, deklarasi PKB dikumandangkan di halaman kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur.

Naskah deklarasi dibacakan almaghfurlah KH Muchit Muzadi di hadapan ribuan warga yang merindukan perubahan. PKB berdiri di atasfondasi lima deklarator utama: KH M. Ilyas Ruchiyat, KH Abdurrahman Wahid, KH Muchit Muzadi, KH Munasir Ali, dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Menariknya, jika di Brebes saya dipercaya menjadi Sekretaris DPC pertama, maka di tingkat nasional amanah Sekretaris Jenderal DPP PKB pertama diemban oleh Abdul Muhaimin Iskandar, yang kini memimpin partai.

Gus Muhaimin berhasil mentransformasikan PKB menjadi partai yang makin modern, adaptif & diperhitungkan tanpa meninggalkan identitasnya sebagai kaum nahdliyin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News